
Posted05/10/2025
Written ByYepi Muhamad
Coinbase, melalui Jesse Pollak selaku Kepala Base, baru-baru ini mengumumkan bahwa peluncuran token Base akan ditunda tanpa batas waktu yang ditentukan. Keputusan ini bukan karena hambatan teknis, melainkan strategi sadar untuk memastikan Base benar-benar matang sebagai ekosistem open-source yang tangguh dan terdesentralisasi sebelum memasuki tahap tokenisasi.
Pollak menggambarkan visi Base sebagai sesuatu yang “mirip dengan Linux”, yaitu proyek sumber terbuka yang tumbuh melalui kolaborasi global. Dengan kata lain, Coinbase ingin membangun fondasi kuat terlebih dahulu memastikan Base bukan sekadar proyek L2 baru, tetapi infrastruktur blockchain komunitas yang tahan lama.
Dalam wawancara terbarunya, Pollak menjelaskan tiga pilar utama strategi desentralisasi Base:
Langkah ini memperkuat posisi Base sebagai proyek jangka panjang yang berakar pada kolaborasi komunitas, bukan semata-mata strategi token atau profit jangka pendek.
“Kami tidak ingin menciptakan kembali sistem lama dengan teknologi baru. Sejak awal, kami fokus pada desentralisasi dan ini bukan sekadar slogan,” ujar Pollak.
Penundaan peluncuran token Base dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga kepercayaan dan stabilitas ekosistem. Coinbase menilai bahwa penerbitan token tanpa kesiapan infrastruktur dapat menciptakan ketidakseimbangan pasar dan spekulasi yang merugikan komunitas.
Dengan memilih jalur open-source terlebih dahulu, Coinbase berupaya memastikan keberlanjutan jangka panjang, dimana pengembang dan komunitas dapat berkontribusi secara aktif tanpa tekanan dari aspek tokenomik yang belum stabil.
Pendekatan ini mencerminkan filosofi yang mirip dengan kesuksesan Linux di industri teknologi, di mana komunitas menjadi penggerak utama inovasi.
Keputusan Coinbase untuk menunda tokenisasi Base justru dilihat sebagai sinyal positif oleh sebagian besar komunitas Ethereum. Langkah ini menegaskan bahwa fokus utama Base adalah membangun fondasi teknologi dan komunitas yang kuat, bukan sekadar mengejar hype jangka pendek.
Dalam jangka panjang, pendekatan seperti ini bisa memperkuat posisi Ethereum sebagai pusat inovasi Web3 yang berkelanjutan, serta menginspirasi proyek lain untuk mengedepankan transparansi dan kolaborasi terbuka.
Coinbase tampaknya mengambil pelajaran dari banyak proyek yang gagal karena terlalu cepat meluncurkan token tanpa fondasi yang matang. Dengan menunda peluncuran token Base dan berfokus pada open-source, perusahaan ini menegaskan misinya untuk membangun ekosistem blockchain yang berkelanjutan, transparan, dan sepenuhnya desentralisasi.