
Posted30/08/2025
Written ByYepi Muhamad
Hyperliquid, platform decentralized exchange (DEX) berbasis perpetual futures, kini mendominasi sekitar 80% volume perdagangan DEX perpetual. Angka ini menunjukkan lonjakan besar dalam persaingan antara DEX dan centralized exchange (CEX).
Dari 8% ke 13,6%: Hyperliquid Tembus Skala CEX
Pada awal tahun 2025, rasio volume Hyperliquid terhadap Binance hanya sekitar 8%. Kini, angka itu sudah naik menjadi 13,6%, menandakan peningkatan kepercayaan trader terhadap platform ini.
Perbedaan ini bukan hanya soal volume, tetapi juga soal likuiditas dan pengalaman pengguna, dua faktor yang biasanya menjadi keunggulan bursa terpusat.
Transaksi Hyperliquid Tembus $200 Miliar
Sejauh ini, Hyperliquid telah memproses lebih dari $200 miliar transaksi, menjadikannya salah satu pemain terbesar di sektor DEX perpetual. Lonjakan ini memperlihatkan betapa cepatnya adopsi perdagangan derivatif kripto di platform terdesentralisasi.
Setoran Lintas Rantai Jadi Pendorong Pertumbuhan
Salah satu kunci sukses Hyperliquid adalah dukungan terhadap setoran lintas rantai (cross-chain deposits), termasuk untuk aset besar seperti Bitcoin (BTC).
Fitur ini memudahkan trader untuk membawa aset dari berbagai jaringan blockchain langsung ke Hyperliquid, tanpa hambatan kompleks.
Dengan strategi ini, Hyperliquid berhasil mengatasi masalah klasik DEX seperti keterbatasan likuiditas dan pengalaman pengguna yang rumit.
DEX vs CEX: Persaingan Semakin Ketat
Dominasi Hyperliquid menandakan perubahan besar di dunia perdagangan kripto:
Hyperliquid berhasil menunjukkan bahwa DEX bukan lagi “alternatif” kecil, melainkan kompetitor serius bagi CEX raksasa seperti Binance. Dengan menguasai 80% pasar DEX perpetual dan terus meningkatkan pangsa volumenya, Hyperliquid berpotensi menjadi pemain dominan di ekosistem derivatif kripto global.
Jika tren ini berlanjut, masa depan perdagangan kripto bisa semakin terdesentralisasi namun tetap memberikan pengalaman trading yang setara (atau bahkan lebih baik) daripada CEX.