
Posted04/06/2026
Written ByYepi Muhamad
Bitmine, perusahaan treasury Ethereum terbesar di dunia, mengajukan penawaran umum saham preferen abadi Seri A kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Dana yang diperoleh dari penawaran ini rencananya akan digunakan untuk kebutuhan operasional perusahaan, termasuk pembelian Ethereum tambahan dan ekspansi aktivitas staking.
Pengajuan tersebut dilakukan di tengah besarnya eksposur Bitmine terhadap Ethereum. Berdasarkan data Dropstab, perusahaan diperkirakan memiliki kerugian belum terealisasi sekitar US$9,2 miliar seiring penurunan harga ETH dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam dokumen yang diajukan ke SEC, Bitmine mengungkapkan rencana untuk menerbitkan 3 juta lembar saham preferen abadi Seri A.
Saham tersebut menawarkan tingkat dividen kumulatif tetap sebesar 9,5% per tahun berdasarkan nilai nominal US$100 per saham. Pembayaran dividen akan dilakukan secara mingguan dan dibayarkan dalam bentuk tunai ketika diumumkan oleh perusahaan.
Bitmine juga menjelaskan bahwa dividen yang belum dibayarkan akan dikenakan bunga majemuk. Tingkat bunga awal ditetapkan sebesar 9,55% dan akan meningkat sebesar 5 basis poin pada setiap periode hingga mencapai batas maksimum 15%.
Perusahaan telah mengajukan pencatatan saham tersebut di Bursa Efek New York (NYSE) dengan kode BMNP. Perdagangan diperkirakan akan dimulai dalam waktu sekitar 30 hari setelah penerbitan pertama.
Moelis & Company serta Cantor ditunjuk sebagai joint lead bookrunners untuk penawaran ini.
Struktur saham preferen yang diajukan Bitmine dinilai memiliki kemiripan dengan STRC, instrumen saham preferen abadi milik perusahaan treasury Bitcoin, Strategy.
STRC menawarkan dividen sebesar 11,5% dan telah menarik minat investor yang menginginkan pendapatan rutin sekaligus eksposur tidak langsung terhadap Bitcoin.
Sejak meluncurkan program tersebut melalui penawaran umum perdana senilai sekitar US$2,52 miliar pada Juli 2025, Strategy terus memperluas penerbitan STRC. Saat ini, total nilai nominal program tersebut telah mencapai sekitar US$10,5 miliar.
Melalui model yang serupa, Bitmine tampaknya berupaya memperluas akses pendanaan untuk mendukung strategi akumulasi Ethereum jangka panjang tanpa harus menjual sebagian kepemilikan asetnya.
Di tengah kondisi pasar yang masih tertekan, Bitmine terus meningkatkan cadangan Ethereum yang dimilikinya.
Pada 1 Juni, perusahaan mengumumkan pembelian tambahan sebanyak 26.497 ETH. Akuisisi tersebut meningkatkan total kepemilikan Bitmine menjadi 5.416.901 ETH.
Meski terus menambah aset, pelemahan harga Ethereum membuat nilai portofolio perusahaan mengalami tekanan. Berdasarkan data Dropstab, Bitmine diperkirakan mencatat kerugian belum terealisasi sekitar US$9,2 miliar dari kepemilikan ETH yang dimiliki saat ini.
Sementara itu, harga Ethereum turun 4,16% dalam 24 jam terakhir ke level US$1.770. Dalam periode satu tahun terakhir, aset kripto terbesar kedua tersebut telah melemah sekitar 32%.
Menurut analis, strategi treasury berbasis Ethereum seperti yang dijalankan Bitmine sangat bergantung pada prospek jangka panjang ETH. Oleh karena itu, kemampuan perusahaan untuk memperoleh pendanaan baru dapat menjadi faktor penting dalam mempertahankan strategi akumulasi mereka di tengah volatilitas pasar.
Pengajuan saham preferen Seri A oleh Bitmine menunjukkan semakin berkembangnya model pendanaan yang digunakan perusahaan treasury aset digital. Dengan menawarkan instrumen berdividen tetap, perusahaan berupaya menarik modal baru sekaligus mempertahankan strategi akumulasi Ethereum dalam jangka panjang.
Meskipun saat ini masih menghadapi kerugian belum terealisasi yang signifikan akibat penurunan harga ETH, Bitmine tetap melanjutkan ekspansi kepemilikan aset dan aktivitas staking. Langkah ini mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap potensi Ethereum sebagai aset strategis dalam ekosistem kripto di masa depan.