
Posted24/06/2026
Written ByYepi Muhamad
Ethereum Foundation (EF) merampungkan restrukturisasi organisasi besar pada 23 Juni 2026 dengan mengurangi 54 karyawan, atau sekitar 20% dari total timnya. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan pembentukan struktur baru berbasis lima cluster kerja. Di sisi lain, lima mantan peneliti senior EF meluncurkan Ethlabs, organisasi riset dan pengembangan independen yang berfokus pada Ethereum.
Restrukturisasi ini menjadi salah satu sinyal penting dalam perubahan arah tata kelola pengembangan Ethereum. EF kini semakin menempatkan dirinya sebagai salah satu penjaga ekosistem, bukan satu-satunya pusat koordinasi utama. Sementara itu, munculnya Ethlabs menunjukkan bahwa talenta dan inisiatif riset Ethereum mulai bergerak ke model yang lebih tersebar.
Berdasarkan pengumuman resmi Ethereum Foundation, restrukturisasi ini merupakan bagian dari proses internal selama beberapa bulan untuk menyesuaikan organisasi dengan EF Mandate dan Treasury Management Policy.
Dalam struktur barunya, EF membagi area kerja menjadi lima cluster utama, yakni Protocol Layer, Access Layer, User Layer, Community Layer, dan Institutional Layer. Selain itu, terdapat cluster operasional serta tim manajemen yang mendukung kerja kepemimpinan organisasi.
Protocol Layer akan berfokus pada penguatan dan pengembangan protokol inti Ethereum, termasuk aspek skalabilitas, keamanan, privasi, resistensi sensor, serta pengurangan risiko sentralisasi pada infrastruktur jaringan.
Access Layer diarahkan untuk memastikan pengguna dapat membaca data blockchain, bertransaksi, melakukan pembuktian, delegasi, hingga keluar dari sistem tanpa ketergantungan berlebihan pada perantara. Sementara itu, User Layer bertugas menjaga agar keputusan pengembangan tetap mempertimbangkan kebutuhan pengguna nyata.
Community Layer akan menangani cara EF berinteraksi dengan komunitas Ethereum dan pihak di luar ekosistem kripto. Adapun Institutional Layer berfokus pada relasi dengan institusi, termasuk lembaga keuangan, perusahaan non-keuangan, pemerintah, universitas, dan organisasi nirlaba yang berpotensi menggunakan Ethereum atau teknologi kriptografi.
Sebagai bagian dari perubahan ini, EF menyatakan 54 karyawan akan meninggalkan organisasi. Mereka akan menerima dukungan transisi, termasuk pesangon dan bantuan untuk mencari peluang kontribusi baru di dalam ekosistem Ethereum.
Di tengah restrukturisasi tersebut, lima mantan peneliti senior Ethereum Foundation meluncurkan Ethlabs, sebuah organisasi riset dan pengembangan independen berbentuk nonprofit. Kelima pendirinya adalah Ansgar Dietrichs, Barnabé Monnot, Caspar Schwarz-Schilling, Josh Rudolf, dan Julian Ma.
Ethlabs didirikan untuk memperkuat riset protokol Ethereum di luar struktur langsung EF. Organisasi ini didukung oleh sejumlah pihak besar di ekosistem, termasuk Bitmine Immersion Technologies, Sharplink, Ethereum co-founder sekaligus pendiri Consensys Joe Lubin, serta kontributor seperti Anchorage, Octant, dan SNZ.
Fokus awal Ethlabs mencakup beberapa area penting bagi pengembangan Ethereum, seperti settlement yang lebih cepat, peningkatan kapasitas mainnet, interoperabilitas lintas blockchain, penerbitan aset secara native, serta riset terkait karakteristik moneter ETH.
Ansgar Dietrichs, yang menjabat sebagai Executive Director Ethlabs, menyebut Ethereum berada pada fase penting karena teknologi blockchain mulai bergerak lebih luas ke penggunaan institusional dan ekonomi on-chain. Ethlabs diposisikan sebagai tempat independen bagi para peneliti protokol untuk melanjutkan pekerjaan jangka panjang mereka.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa pengembangan Ethereum tidak lagi hanya bertumpu pada satu organisasi pusat. Sebaliknya, kontribusi teknis mulai tersebar melalui beberapa lembaga independen yang memiliki fokus dan sumber pendanaan masing-masing.
Restrukturisasi EF dan peluncuran Ethlabs dapat dilihat sebagai bagian dari transisi Ethereum menuju model pengembangan yang lebih terdesentralisasi secara organisasi. EF menjadi lebih ramping dan fokus pada mandat inti, sementara organisasi lain mengambil peran tambahan dalam riset, pengembangan, dan adopsi institusional.
Dari sisi ekosistem, kondisi ini memiliki dua sisi. Di satu sisi, berkurangnya jumlah tim di EF dan keluarnya sejumlah peneliti senior dapat menimbulkan pertanyaan mengenai koordinasi pengembangan protokol. Ethereum merupakan jaringan besar dengan banyak kepentingan, sehingga koordinasi antara EF, core developer, Layer-2, aplikasi DeFi, wallet, dan institusi menjadi semakin kompleks.
Namun di sisi lain, munculnya Ethlabs dapat memperkuat ketahanan ekosistem dalam jangka panjang. Talenta yang sebelumnya berada di EF tidak sepenuhnya keluar dari Ethereum, melainkan membentuk jalur kontribusi baru di luar struktur foundation.
Menurut pengamat, model seperti ini dapat mengurangi ketergantungan Ethereum terhadap satu lembaga. Selama koordinasi tetap berjalan efektif, keberadaan banyak organisasi riset independen berpotensi memperluas kapasitas pengembangan Ethereum tanpa mengorbankan prinsip dasar jaringan, seperti desentralisasi, keamanan, open source, privasi, dan resistensi sensor.
Restrukturisasi Ethereum Foundation dan peluncuran Ethlabs menandai perubahan penting dalam cara Ethereum mengelola pengembangan jangka panjangnya. EF kini bergerak menjadi organisasi yang lebih ramping, fokus, dan selektif dalam menjalankan mandatnya.
Sementara itu, Ethlabs muncul sebagai contoh bahwa pengembangan Ethereum semakin tersebar ke berbagai organisasi independen. Pergeseran ini dapat memperkuat daya tahan ekosistem, terutama jika para kontributor utama tetap memiliki arah teknis yang selaras.
Meski demikian, tantangan koordinasi akan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Semakin banyak organisasi yang berperan dalam pengembangan Ethereum, semakin besar pula kebutuhan akan komunikasi yang jelas, pembagian peran yang sehat, dan tata kelola yang tetap terbuka bagi komunitas.