
Posted27/06/2026
Written ByYepi Muhamad
Dua proyek kripto yang sebelumnya berfokus pada infrastruktur blockchain mengumumkan perubahan strategi besar pada 25 Juni 2026. Story Protocol resmi berganti nama menjadi The DATA Foundation dan mengalihkan fokus ke infrastruktur data untuk pelatihan artificial intelligence, sementara Sophon memutuskan untuk menutup Sophon Chain dan memindahkan pengembangan aplikasinya ke Base.
Kedua langkah tersebut menunjukkan perubahan arah yang semakin jelas di industri kripto. Narasi tidak lagi hanya berpusat pada pembangunan blockchain baru, tetapi mulai bergeser ke aplikasi, data, dan produk yang memiliki kegunaan langsung bagi pengguna maupun perusahaan AI.
Story Protocol, proyek Layer-1 yang sebelumnya dikenal sebagai infrastruktur intellectual property (IP) on-chain, resmi melakukan rebranding menjadi The DATA Foundation. Bersamaan dengan perubahan tersebut, Story Network juga berganti nama menjadi DATA Network.
Token native proyek, $IP, akan bermigrasi menjadi $DATA dengan rasio 1:1. Menurut tim, pemegang token tidak perlu melakukan tindakan khusus untuk proses migrasi ini karena transisi akan dilakukan secara langsung sesuai mekanisme yang disiapkan.
Perubahan arah ini menandai pivot besar dari fokus awal Story Protocol. Proyek tersebut sebelumnya dibangun untuk membuat aset IP, seperti musik, karya kreatif, brand, hingga aset digital, dapat didaftarkan dan dilisensikan secara on-chain. Namun, tim melihat bahwa adopsi dari pemilik IP besar tidak berkembang secepat yang diharapkan karena banyak perusahaan tetap ingin menjaga kontrol ketat atas aset mereka.
DATA Foundation kini mengarahkan fokusnya ke data pelatihan AI. Menurut tim, perusahaan AI mulai menghadapi keterbatasan pasokan data berkualitas karena sebagian besar konten internet yang mudah di-scrape sudah digunakan. Di sisi lain, data yang tersisa sering kali mahal, eksklusif, atau tidak memiliki dokumentasi hukum yang jelas.
Untuk menjawab masalah tersebut, DATA Foundation ingin membangun lapisan kepercayaan bagi data AI melalui DATA Network. Jaringan ini dirancang untuk mencatat provenance, lisensi, persetujuan pengguna, dan riwayat pembayaran atas dataset yang digunakan oleh perusahaan AI.
Sebagai bagian dari ekosistem barunya, DATA Foundation memperkenalkan Trace, platform registrasi dan audit berbasis blockchain. Trace memungkinkan perusahaan AI memverifikasi asal-usul data tanpa harus membuka isi data secara langsung. Setiap kontribusi data dapat memiliki bukti on-chain terkait sumber, izin penggunaan, status pembayaran, dan riwayat lisensi.
DATA Foundation juga mengintegrasikan Kled, marketplace data manusia berbasis opt-in, yang membawa lebih dari 1 miliar records data pengguna ke dalam ekosistem DATA Network. Selain itu, proyek AI data processing bernama Poseidon akan berperan sebagai lapisan pemrosesan untuk membersihkan, menilai, dan memvalidasi kualitas dataset sebelum digunakan oleh pembeli data atau laboratorium AI.
Story Protocol sebelumnya telah mengumpulkan pendanaan sekitar US$140 juta, dengan a16z crypto sebagai salah satu investor utama. Setelah pengumuman rebranding, token DATA sempat mencatat kenaikan dua digit dalam 24 jam, meski pasar kripto secara umum masih berada dalam tekanan.
Pada hari yang sama, Sophon juga mengumumkan perubahan besar. Proyek yang sebelumnya membangun ZK Layer-2 di atas ekosistem ZKsync Elastic Network tersebut akan menutup Sophon Chain secara bertahap dan memindahkan fokus pengembangan ke Base, jaringan Layer-2 milik Coinbase.
Sophon kini memperkenalkan ulang proyeknya sebagai SOPH atau Soph(+), sebuah consumer product studio yang berfokus pada aplikasi kripto untuk pengguna umum. Tim menyatakan bahwa mempertahankan blockchain sendiri tidak lagi memberikan keunggulan kompetitif yang cukup besar dibandingkan biaya operasional yang harus dikeluarkan.
Menurut laporan, Sophon menghabiskan sekitar US$3,4 juta per tahun untuk mempertahankan infrastruktur chain, termasuk biaya rollup, data, analytics, tooling, dan infrastruktur pendukung lainnya. Dengan menutup chain sendiri dan pindah ke Base, Sophon memperkirakan dapat menghemat sekitar US$3 juta per tahun.
Sophon sebelumnya mengumpulkan pendanaan US$60 juta pada 2024, dengan total pendanaan yang dilaporkan mencapai sekitar US$70 juta. Keputusan untuk menghentikan chain menunjukkan bahwa proyek tersebut lebih memilih mengalokasikan modal ke pengembangan aplikasi daripada mempertahankan infrastruktur yang dinilai tidak lagi menjadi pembeda utama.
Produk pertama yang akan menjadi fokus Sophon adalah Pyre, aplikasi pembayaran harian dengan pendekatan gamified finance atau entertainment finance. Konsep ini mencoba mengubah transaksi harian seperti pembayaran, pengiriman dana, atau aktivitas finansial sederhana menjadi pengalaman yang lebih interaktif.
Bagi pengguna Sophon Chain, deposit telah ditutup sejak 25 Juni 2026. Namun, chain diperkirakan tetap berjalan setidaknya hingga akhir 2026 untuk memberikan waktu bagi pengguna melakukan penarikan aset. Perubahan ini juga akan mengubah fungsi token SOPH, dari sebelumnya terkait gas dan staking di chain menjadi token yang dikaitkan dengan ekosistem aplikasi consumer yang dibangun di Base.
Dua pengumuman ini memperlihatkan tren yang semakin kuat di industri kripto pada 2026. Infrastruktur blockchain, terutama Layer-1 dan Layer-2 baru, mulai dianggap semakin sulit menjadi moat atau keunggulan kompetitif yang bertahan lama.
Banyak proyek yang sebelumnya membangun chain sendiri kini menghadapi pertanyaan mendasar: apakah biaya mempertahankan jaringan sebanding dengan nilai yang dihasilkan? Dalam kasus Sophon, jawabannya adalah tidak. Tim memilih menggunakan Base sebagai infrastruktur dan mengalihkan sumber daya ke produk yang bisa langsung digunakan pengguna.
Di sisi lain, DATA Foundation mengambil pendekatan berbeda. Proyek ini tidak meninggalkan blockchain sepenuhnya, tetapi mempersempit fungsinya ke use case yang lebih spesifik, yaitu data AI. Dengan kata lain, blockchain diposisikan sebagai lapisan audit, lisensi, dan provenance, bukan sekadar infrastruktur umum untuk semua jenis aplikasi.
Perubahan ini juga memperkuat posisi Base sebagai salah satu ekosistem Layer-2 yang semakin menarik bagi pengembang aplikasi consumer. Dengan biaya yang lebih efisien, distribusi dari ekosistem Coinbase, dan aktivitas pengguna yang terus berkembang, Base menjadi pilihan bagi proyek yang ingin fokus pada produk tanpa harus mengelola chain sendiri.
Dari sisi pasar, rebranding Story Protocol menjadi DATA Foundation mendapat respons awal yang positif. Token DATA sempat naik sekitar 12% hingga 17% setelah pengumuman, didorong oleh narasi AI data infrastructure dan migrasi token 1:1 dari IP ke DATA. Namun, pergerakan harga tetap perlu dilihat dalam konteks pasar kripto yang masih volatil.
Sementara itu, token SOPH bergerak lebih lemah setelah pengumuman pivot. Berdasarkan data pasar, SOPH masih diperdagangkan di bawah US$0,01 dengan kapitalisasi pasar yang relatif kecil dibandingkan total pendanaan proyek. Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih menunggu bukti apakah strategi baru Sophon di app layer dapat menghasilkan adopsi dan pendapatan nyata.
Secara ekosistem, langkah DATA Foundation dan Sophon menjadi sinyal bahwa nilai di industri kripto mulai bergeser dari “siapa yang memiliki chain” menjadi “siapa yang membangun produk dan distribusi yang digunakan secara nyata.” Untuk DATA Foundation, tantangannya adalah membuktikan bahwa perusahaan AI benar-benar membutuhkan registry on-chain untuk data berlisensi. Untuk Sophon, tantangannya adalah membuktikan bahwa aplikasi consumer di Base dapat menciptakan permintaan berkelanjutan bagi ekosistem SOPH.
Rebranding Story Protocol menjadi DATA Foundation dan keputusan Sophon untuk menutup Layer-2 miliknya menandai perubahan penting dalam arah industri kripto. Keduanya menunjukkan bahwa proyek kripto mulai lebih selektif dalam menentukan bagian mana dari teknologi blockchain yang benar-benar menciptakan nilai.
DATA Foundation memilih memanfaatkan blockchain sebagai lapisan kepercayaan untuk data AI, sementara Sophon memilih meninggalkan infrastruktur sendiri dan fokus membangun aplikasi consumer di Base. Jika tren ini berlanjut, paruh kedua 2026 dapat menjadi fase ketika proyek kripto semakin dinilai bukan dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi dari kemampuan mereka menciptakan produk yang relevan, efisien, dan digunakan secara nyata.