
Posted05/07/2026
Written ByYepi Muhamad
Salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, dilaporkan memaparkan peta jalan jangka panjang bertajuk “Lean Ethereum” sebagai arah evolusi besar berikutnya bagi jaringan Ethereum. Roadmap ini menyoroti integrasi recursive STARK, peningkatan ketahanan terhadap komputasi kuantum, perluasan kapasitas state hingga 100 TB pada 2030, serta eksplorasi mesin virtual baru seperti RISC-V atau leanISA. Rangkaian pembaruan ini diperkirakan berlangsung bertahap dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
Berdasarkan laporan yang beredar, Vitalik menggambarkan Lean Ethereum sebagai fase besar berikutnya dalam pengembangan Ethereum, setelah transisi jaringan ke proof-of-stake melalui The Merge pada 2022. Pembaruan tersebut sebelumnya menjadi tonggak penting karena mengubah mekanisme konsensus Ethereum dan memangkas konsumsi energi jaringan sekitar 99,95%.
Dalam peta jalan terbaru ini, fokus utama Ethereum tidak hanya berada pada skalabilitas, tetapi juga penyederhanaan arsitektur protokol, peningkatan keamanan kriptografi, dan kesiapan menghadapi risiko teknologi komputasi kuantum.
Salah satu komponen utama yang disorot adalah penggunaan recursive STARK sebagai bagian dari sistem verifikasi bawaan. Secara sederhana, STARK memungkinkan proses pembuktian komputasi dilakukan dengan cara yang lebih ringkas, sehingga jaringan tidak selalu bergantung pada setiap node untuk mengeksekusi ulang seluruh transaksi. Jika diterapkan secara native, pendekatan ini berpotensi membuat proses verifikasi Ethereum lebih efisien.
Aspek penting lain dari Lean Ethereum adalah migrasi bertahap dari kriptografi yang dinilai rentan terhadap komputasi kuantum menuju alternatif yang lebih tahan terhadap ancaman tersebut. Halaman resmi Ethereum menyebut komputer kuantum pada akhirnya dapat mengancam metode kriptografi yang digunakan Ethereum saat ini, termasuk ECDSA untuk tanda tangan transaksi, BLS signatures pada consensus layer, KZG commitments, dan sistem zero-knowledge proof tertentu.
Ethereum Foundation juga telah membentuk tim riset khusus post-quantum pada Januari 2026. Roadmap Lean Ethereum disebut menargetkan perlindungan penuh terhadap risiko kuantum pada 2029, meski Ethereum.org menekankan bahwa dana pengguna saat ini masih aman dan migrasi di masa depan akan dipandu melalui perangkat wallet.
Selain aspek kriptografi, Vitalik juga menyoroti desain scalable state baru. Dalam gambaran jangka panjang, Ethereum diperkirakan dapat mempertahankan sekitar 2 TB dynamic state saat ini, sambil menambahkan hingga 100 TB state baru yang lebih skalabel pada 2030. State baru ini disebut cocok untuk aset seperti token ERC-20 dan NFT, dengan potensi pengurangan biaya transaksi lebih dari 10 kali lipat untuk jenis aplikasi tertentu.
Namun, pendekatan ini tidak berarti seluruh aplikasi harus langsung berpindah. Aplikasi yang lebih kompleks, seperti decentralized exchange atau sistem order book on-chain, kemungkinan tetap menggunakan model state yang ada saat ini.
Dalam jangka lebih dekat, pembaruan Glamsterdam menjadi salah satu agenda penting Ethereum. Berdasarkan laman resmi Ethereum.org, Glamsterdam direncanakan untuk paruh kedua 2026 dan dirancang sebagai bagian dari target jangka panjang Ethereum dalam meningkatkan skalabilitas layer-1 dan efisiensi pemrosesan data.
Glamsterdam berfokus pada tiga tujuan utama, yakni mempercepat pemrosesan melalui parallelization, memperluas kapasitas jaringan, dan mencegah pembengkakan database dengan penyesuaian biaya penyimpanan data. Langkah ini dinilai penting untuk membuka ruang bagi peningkatan gas limit tanpa mengorbankan desentralisasi dan kemampuan pengguna menjalankan node dari perangkat rumahan.
Vitalik juga dilaporkan menyebut pembaruan Glamsterdam dapat meningkatkan batas gas Ethereum secara signifikan. Jika terealisasi, peningkatan gas limit dapat memberi ruang lebih besar bagi transaksi dan aktivitas on-chain di layer-1, meski dampaknya tetap bergantung pada implementasi teknis dan kondisi permintaan jaringan.
Dari sisi ekosistem, Lean Ethereum dapat memperkuat narasi jangka panjang Ethereum sebagai jaringan yang berupaya menjaga keseimbangan antara skalabilitas, keamanan, privasi, dan desentralisasi. Fokus pada STARK, kriptografi pasca-kuantum, serta state baru menunjukkan bahwa Ethereum tidak hanya mengejar throughput, tetapi juga ketahanan infrastruktur untuk dekade berikutnya.
Bagi developer, roadmap ini berpotensi membuka fleksibilitas baru. Ethereum tetap mempertahankan kompatibilitas dengan ekosistem yang sudah ada, tetapi sekaligus mengeksplorasi mesin virtual tambahan seperti RISC-V atau leanISA untuk kebutuhan privasi dan efisiensi yang lebih tinggi.
Dari sisi pasar, roadmap ini lebih bersifat fundamental jangka panjang dibanding katalis harga jangka pendek. Berdasarkan data pasar saat penulisan, ETH diperdagangkan di kisaran US$1.624,95. Namun, pergerakan harga ETH tetap dipengaruhi oleh banyak faktor lain, termasuk kondisi makro, arus dana institusional, aktivitas on-chain, dan sentimen pasar kripto secara umum.
Peta jalan Lean Ethereum menandai upaya Ethereum untuk memasuki fase pengembangan baru yang lebih fokus pada efisiensi protokol, verifikasi berbasis STARK, perlindungan pasca-kuantum, dan skalabilitas state jangka panjang.
Meski implementasinya masih membutuhkan waktu beberapa tahun, arah ini menunjukkan bahwa Ethereum sedang menyiapkan fondasi teknis untuk menghadapi tantangan berikutnya, mulai dari kebutuhan transaksi yang lebih murah hingga ancaman komputasi kuantum. Jika berhasil dijalankan tanpa mengganggu kompatibilitas ekosistem yang sudah ada, Lean Ethereum dapat menjadi salah satu pembaruan paling penting dalam sejarah Ethereum setelah The Merge.