
Posted16/03/2026
Written ByYepi Muhamad
Bagi pengguna kripto yang aktif berburu retroactive airdrop atau sering mencoba berbagai protokol DeFi, situasi lupa pernah menaruh dana di suatu platform bukanlah hal yang jarang terjadi. Banyak pengguna yang berpindah dari satu jaringan ke jaringan lain, mencoba staking, menyediakan likuiditas, atau sekadar melakukan transaksi untuk memenuhi syarat airdrop sehingga akhirnya tidak lagi ingat di mana saja aset mereka tersimpan.
Di ekosistem DeFi yang semakin luas ini, dana pengguna bisa tersebar di berbagai chain, protokol, dan dompet lama. Tidak sedikit pula aset yang masih terkunci di posisi staking, liquidity pool (LP), atau bahkan tersisa dalam bentuk token yang jarang diperiksa.
Untuk membantu melacak aset yang mungkin terlupakan tersebut, sejumlah alat analitik kripto kini dapat memindai alamat wallet dan menampilkan seluruh posisi DeFi yang pernah digunakan.
Berikut beberapa tools yang sering digunakan komunitas kripto untuk menemukan kembali dana yang tersebar di berbagai jaringan.
DeBank menjadi salah satu platform paling populer untuk memantau portofolio DeFi. Pengguna hanya perlu menempelkan alamat wallet untuk melihat gambaran lengkap aset mereka di berbagai jaringan.
Platform ini mampu melacak token, posisi DeFi, utang, hingga NFT di lebih dari 1.500 protokol. Dengan tampilan dashboard yang ringkas, DeBank memudahkan pengguna mengetahui di mana saja aset mereka berada, termasuk dana yang mungkin sudah lama tidak diakses.
Rabby merupakan wallet yang dikembangkan oleh tim yang sama di balik DeBank. Ketika pengguna mengimpor dompet, Rabby secara otomatis memindai berbagai jaringan untuk mendeteksi saldo, posisi DeFi, dan persetujuan transaksi (token approvals) yang masih aktif.
Salah satu fitur yang menarik adalah kemampuan untuk menarik dana dari berbagai protokol langsung dari wallet, tanpa harus mengunjungi setiap dApp secara manual.
Zerion juga menjadi alat populer untuk memantau portofolio DeFi. Platform ini dapat memindai lebih dari 500 protokol DeFi di lebih dari 100 blockchain.
Selain menampilkan saldo token, Zerion juga dapat menemukan token yang sedang di-stake, posisi liquidity pool, reward yang belum diklaim, hingga persetujuan lama yang masih aktif. Hal ini membantu pengguna memetakan kembali aktivitas DeFi mereka secara menyeluruh.
Privy sedikit berbeda dibandingkan alat lainnya. Dimana platform ini berguna terutama bagi pengguna yang kehilangan akses ke dompet yang dibuat langsung di dalam sebuah aplikasi.
Jika aplikasi tersebut menggunakan infrastruktur Privy, pengguna dapat memulihkan dompet mereka melalui email atau login media sosial, tanpa harus memasukkan seed phrase secara manual.
De.Fi merupakan platform yang fokus pada analitik dan keamanan DeFi. Tool ini mendukung lebih dari 45 blockchain dan mampu memindai wallet address untuk menemukan aset di lebih dari 450 protokol, termasuk platform populer seperti Uniswap dan Aave.
Selain token dan posisi DeFi, De.Fi juga dapat menampilkan staking rewards, NFT, serta berbagai posisi yang masih terkunci. Platform ini juga memungkinkan pengguna memindai beberapa alamat wallet sekaligus, sehingga cocok untuk mengecek dompet lama yang jarang digunakan.
CoinStats dikenal sebagai aplikasi pelacak portofolio kripto yang juga menyediakan fitur DeFi tracker. Platform ini dapat memindai token, NFT, serta riwayat transaksi di berbagai jaringan.
Dengan fitur tersebut, pengguna dapat merekonstruksi portofolio mereka secara lebih lengkap, termasuk menemukan aset yang sebelumnya terlupakan di berbagai protokol DeFi.
Seiring berkembangnya ekosistem blockchain, banyak pengguna yang memiliki lebih dari satu dompet dan berinteraksi dengan puluhan protokol berbeda. Hal ini membuat tidak sedikit dana yang akhirnya “terlupakan” di berbagai jaringan.
Beberapa anggota komunitas kripto bahkan mengaku berhasil menemukan kembali aset senilai lebih dari $60.000 setelah memindai alamat wallet mereka menggunakan alat-alat tersebut.
Bagi pengguna yang aktif berburu airdrop atau sering mencoba protokol baru, melakukan pengecekan wallet secara berkala bisa menjadi langkah penting. Karena bukan tidak mungkin, dompet lama yang jarang dibuka masih menyimpan token, reward, atau posisi DeFi yang belum diklaim.