
Posted20/07/2026
Written ByYepi Muhamad
Jordan Fish, atau lebih dikenal sebagai Cobie, mengakui bahwa Coinbase telah lama menjaga jarak dari pengguna crypto-native. Pernyataan tersebut muncul setelah KOL kripto Rune mempertanyakan kemampuan Base App dalam menarik pengguna on-chain di tengah menurunnya kepercayaan komunitas terhadap ekosistem Base.
Cobie menyampaikan bahwa dirinya baru mengambil alih Base App dan sejumlah produk perdagangan Coinbase beberapa hari sebelumnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tanggung jawabnya tidak mencakup pengembangan maupun pengelolaan jaringan blockchain Base.
Menurut Cobie, Coinbase dan Base telah kehilangan banyak kepercayaan pengguna akibat serangkaian kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari. Ia berencana memperbaiki hubungan tersebut dengan lebih aktif mendengarkan komunitas on-chain dan mengembangkan produk yang benar-benar dibutuhkan pengguna.
Percakapan bermula ketika Rune mempertanyakan strategi Cobie setelah mengambil alih kepemimpinan Base App. Rune menilai Base memiliki masalah kepercayaan yang cukup serius di kalangan pengguna crypto-native.
Menurut Rune, sejumlah pengguna yang sebelumnya mendukung Base merasa kecewa terhadap keputusan dan respons pihak-pihak yang memimpin ekosistem tersebut. Kondisi itu dinilai dapat mempersulit Base App dalam mengajak pengguna baru melakukan aktivitas secara on-chain.
Menanggapi kritik tersebut, Cobie menjelaskan bahwa ia baru mengambil alih Base App, produk perdagangan utama Coinbase, dan Coinbase Advanced. Namun, ia tidak bertanggung jawab atas jaringan Base yang saat ini masih berada di bawah kepemimpinan Jesse Pollak.
Cobie kemudian mengakui adanya jarak antara Coinbase dan pengguna kripto yang aktif menggunakan aplikasi serta protokol blockchain.
“Coinbase selama ini berada agak jauh dari pengguna, terutama pengguna crypto-native.”
Ia juga mengatakan Coinbase dan Base telah menghabiskan banyak kepercayaan komunitas melalui sejumlah “unforced errors” atau kesalahan yang seharusnya dapat dihindari. Cobie tidak menjelaskan secara terperinci seluruh kesalahan tersebut, tetapi mengakui bahwa pemulihan kepercayaan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.
Pernyataan itu menjadi pengakuan terbuka bahwa persoalan Base App tidak hanya berkaitan dengan fitur atau teknologi. Coinbase juga menghadapi tantangan untuk memperbaiki komunikasi dan hubungan dengan pengguna yang telah lama aktif di dalam ekosistem kripto.
Cobie mengambil alih Base App setelah Jesse Pollak memutuskan mundur dari kepemimpinan aplikasi tersebut pada 15 Juli 2026. Pollak akan kembali memusatkan perhatiannya pada pengembangan jaringan Base sebagai infrastruktur blockchain untuk aktivitas keuangan global.
Sementara itu, Base App dikembalikan ke bawah pengelolaan Coinbase dan akan dipimpin oleh Cobie. Ia ditugaskan mengembangkan aplikasi tersebut agar dapat digunakan untuk aktivitas on-chain yang lebih luas, termasuk penggunaan di luar ekosistem Base.
Perubahan kepemimpinan ini juga menandai evaluasi terhadap strategi Base selama dua tahun terakhir. Pollak sebelumnya mengandalkan aplikasi sosial on-chain, Farcaster, Zora, mini-app, content coin, dan creator coin sebagai pendorong adopsi kripto berikutnya.
Namun, Pollak mengakui bahwa strategi tersebut tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan. Menurutnya, perkembangan sektor sosial on-chain melemah, sementara aktivitas seperti stablecoin, pasar prediksi, perdagangan derivatif, pembayaran, dan tokenisasi justru berkembang lebih cepat.
Sebelumnya, Coinbase merilis Base App sebagai dompet kripto sosial berbasis Ethereum Layer-2. Aplikasi tersebut dirancang untuk menggabungkan dompet kripto, aktivitas sosial, perdagangan aset, pembayaran, dan monetisasi kreator dalam satu platform.
Konsep tersebut diharapkan dapat membuat pengalaman on-chain lebih mudah digunakan oleh masyarakat umum. Namun, rendahnya adopsi sejumlah fitur sosial dan munculnya kritik terhadap creator coin membuat Coinbase kembali mengevaluasi arah pengembangan Base App.
Setelah perubahan kepemimpinan, Base akan lebih berfokus pada tiga sektor utama, yaitu perdagangan, pembayaran stablecoin, dan agen artificial intelligence atau AI.
Strategi tersebut mencerminkan perubahan kebutuhan pengguna on-chain. Dibandingkan aplikasi sosial berbasis token, aktivitas perdagangan, pembayaran, dan layanan keuangan dinilai telah memiliki permintaan serta penggunaan yang lebih jelas di dalam ekosistem blockchain.
Cobie juga diperkirakan akan membawa pendekatan yang lebih terbuka terhadap jaringan lain. Base App tidak lagi diarahkan hanya sebagai pintu masuk menuju ekosistem Base, tetapi juga sebagai aplikasi yang dapat melayani aktivitas on-chain secara lebih luas.
Jesse Pollak bahkan mengakui bahwa Cobie kemungkinan akan memperluas Base App ke luar ekosistem Base, meskipun pendekatan tersebut tidak sepenuhnya menguntungkan posisinya sebagai pemimpin jaringan Base.
Perubahan ini dapat membantu Coinbase menjangkau pengguna crypto-native yang terbiasa menggunakan berbagai blockchain, dompet nonkustodial, bursa terdesentralisasi, dan protokol DeFi. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada kualitas produk dan kemampuan Coinbase merespons kebutuhan pengguna.
Dari sisi teknologi, Base masih memiliki dukungan infrastruktur dan distribusi dari Coinbase. Namun, percakapan Rune dan Cobie menunjukkan bahwa teknologi saja belum cukup untuk menjaga loyalitas komunitas.
Kepercayaan pengguna menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem blockchain. Pengguna perlu memiliki keyakinan bahwa informasi, fitur, dan produk yang diperkenalkan oleh pihak pengembang tidak akan berubah secara tiba-tiba atau menimbulkan kerugian yang sebenarnya dapat dihindari.
Ketidakpastian mengenai rencana aset native Base juga menjadi salah satu isu yang terus diperhatikan komunitas. Sebelumnya, Coinbase menunda peluncuran token Base, sehingga perkembangan ekosistem tersebut masih lebih banyak diukur berdasarkan aktivitas transaksi, likuiditas, jumlah pengguna, dan pertumbuhan aplikasi.
Base belum memiliki token jaringan resmi yang dapat digunakan untuk mengukur reaksi pasar secara langsung terhadap perubahan kepemimpinan tersebut. Oleh karena itu, dampaknya kemungkinan akan lebih terlihat pada penggunaan Base App, aktivitas pengembang, volume perdagangan, dan kemampuan ekosistem mempertahankan pengguna.
Cobie mengatakan salah satu prioritasnya adalah membawa suara pengguna on-chain lebih dekat ke dalam proses pengembangan produk Coinbase.
Menurutnya, perusahaan perlu menciptakan produk yang benar-benar ingin digunakan oleh komunitas, bukan hanya mengembangkan fitur berdasarkan asumsi internal. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mengurangi kesan bahwa Coinbase beroperasi dari “menara gading” dan tidak memahami kebutuhan pengguna crypto-native.
Meski demikian, Cobie mengakui bahwa hubungan Coinbase dengan komunitas tidak dapat diperbaiki dalam waktu satu minggu atau satu bulan. Pemulihan kepercayaan membutuhkan perubahan yang terlihat melalui kualitas produk, komunikasi yang lebih transparan, dan respons yang lebih bertanggung jawab ketika terjadi masalah.
Pengakuan Cobie menjadi langkah awal dalam evaluasi strategi Base App. Namun, keberhasilan Coinbase tetap akan ditentukan oleh kemampuannya menerjemahkan kritik pengguna menjadi produk on-chain yang relevan, terbuka, dan dapat digunakan dalam jangka panjang.