
Posted10/07/2026
Written ByYepi Muhamad
Ethereum Foundation (EF) resmi membubarkan tim Protocol Support, unit yang selama ini berperan dalam mengoordinasikan proses pengembangan protokol Ethereum. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi EF Protocol Support pada 10 Juli 2026, di tengah restrukturisasi organisasi dan pengurangan personel yang sedang berlangsung di yayasan tersebut.
Tim Protocol Support sebelumnya menangani sejumlah fungsi penting, mulai dari koordinasi rapat pengembang inti, pemantauan peningkatan jaringan, dukungan terhadap Ethereum Improvement Proposal (EIP), hingga penyelenggaraan Ethereum Protocol Fellowship.
Meski memiliki peran sentral dalam koordinasi pengembangan, pembubaran tim ini tidak berarti pengembangan protokol maupun operasional blockchain Ethereum dihentikan. Namun, perubahan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pembagian tanggung jawab dan mekanisme koordinasi baru di lingkungan Ethereum Foundation.
Dalam pengumuman singkatnya, EF Protocol Support menyatakan bahwa tim tersebut telah dibubarkan tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan maupun rencana penggantinya.
“The EF Protocol Support team has been dissolved.”
Berdasarkan laman resminya, Protocol Support berfungsi sebagai penghubung antara tim pengembang client Ethereum, peneliti, pengembang inti, serta komunitas yang lebih luas. Tim ini juga mengelola rapat All Core Developers atau AllCoreDevs, sebuah forum yang digunakan untuk membahas perubahan teknis dan peningkatan jaringan Ethereum.
Selain mengoordinasikan rapat pengembang, tim tersebut mengelola Forkcast, platform yang digunakan untuk memantau perkembangan peningkatan jaringan, status EIP, aktivasi testnet, serta kesiapan mainnet.
Protocol Support juga terlibat dalam pengelolaan repositori ethereum/pm, diskusi teknis lintas tim, proses pengajuan EIP, Ethereum Protocol Fellowship, dan kelompok studi yang membantu pengembang baru memahami mekanisme protokol Ethereum.
Program Ethereum Protocol Fellowship sendiri dirancang untuk membuka jalur bagi pengembang dan peneliti agar dapat berkontribusi langsung terhadap pengembangan protokol inti Ethereum. Peserta mendapat kesempatan bekerja bersama pengembang client dan peneliti yang terlibat dalam roadmap teknis jaringan.
Seorang kontributor yang sebelumnya tergabung dalam Protocol Support menyatakan bahwa ia akan melanjutkan kontribusi secara independen terhadap Forkcast dan repositori ethereum/pm selama tiga bulan dengan dukungan dari Ethereum Foundation. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian fungsi tim dapat tetap berjalan selama periode transisi, meski tidak lagi berada di bawah struktur Protocol Support yang lama.
Pembubaran Protocol Support terjadi kurang dari tiga minggu setelah Ethereum Foundation mengumumkan struktur organisasi baru pada 23 Juni 2026.
Dalam restrukturisasi tersebut, EF memangkas 54 posisi atau sekitar 20% dari total tenaga kerjanya. Yayasan menyatakan perubahan itu merupakan hasil dari proses reorganisasi selama beberapa bulan untuk menyesuaikan aktivitas dan pengeluaran dengan mandat serta kebijakan pengelolaan treasury terbaru.
Ethereum Foundation kemudian membagi aktivitasnya menjadi lima klaster utama, yaitu:
Selain lima klaster tersebut, EF juga membentuk unit khusus untuk operasional, manajemen, dan tim pendukung lainnya.
Klaster Protocol Layer mendapat tanggung jawab untuk memperkuat dan meningkatkan protokol Ethereum. Fokusnya mencakup pelaksanaan hard fork secara aman, pengurangan kompleksitas, peningkatan privasi dan keamanan, perlindungan terhadap toxic MEV, hingga pengembangan teknologi jangka panjang seperti zkEVM dan keamanan pascakuantum.
Namun, hingga artikel ini diterbitkan, Ethereum Foundation belum menjelaskan secara terperinci apakah seluruh tanggung jawab Protocol Support akan dipindahkan ke klaster Protocol Layer atau dibagikan kepada beberapa tim lain.
Restrukturisasi EF juga diikuti perubahan personel pada tingkat senior. Berdasarkan laporan CoinDesk, sekitar sembilan figur senior telah meninggalkan atau mengubah posisinya di Ethereum Foundation dalam enam bulan terakhir. Kondisi tersebut memicu perhatian terhadap tata kelola dan kemampuan eksekusi organisasi di tengah persaingan antarekosistem blockchain.
Dampak utama pembubaran Protocol Support diperkirakan lebih berkaitan dengan koordinasi pengembangan daripada operasional blockchain Ethereum secara langsung.
Ethereum tidak dijalankan oleh satu perusahaan atau organisasi. Jaringan tersebut dioperasikan oleh ribuan node dan validator independen, sedangkan pengembangan protokol melibatkan berbagai tim client, peneliti, serta kontributor dari organisasi yang berbeda.
Karena itu, pembubaran satu tim di Ethereum Foundation tidak secara otomatis menghentikan jaringan atau membatalkan roadmap peningkatan Ethereum.
Namun, fungsi yang sebelumnya dijalankan Protocol Support tetap memiliki nilai strategis. Rapat pengembang inti, pemantauan hard fork, dokumentasi keputusan, dan koordinasi antar-client membantu memastikan perubahan protokol dapat diterapkan secara konsisten.
Tanpa mekanisme pengganti yang jelas, proses koordinasi berpotensi menjadi lebih tersebar. Di sisi lain, kelanjutan kontribusi terhadap Forkcast dan repositori ethereum/pm menunjukkan bahwa sebagian infrastruktur koordinasi masih dapat dipertahankan di luar struktur tim sebelumnya.
Pengaruh langsung pembubaran ini terhadap harga ETH juga belum dapat dipastikan. Hingga saat ini, tidak terdapat indikasi bahwa pengumuman tersebut menyebabkan gangguan teknis pada jaringan atau perubahan langsung terhadap roadmap protokol Ethereum.
Pembubaran Protocol Support memperlihatkan bahwa restrukturisasi Ethereum Foundation tidak hanya dilakukan melalui pengurangan jumlah tenaga kerja, tetapi juga melalui perubahan cara yayasan mengelola fungsi teknis dan koordinasi.
Ethereum Foundation sebelumnya menyatakan bahwa organisasi baru akan dibuat lebih ramping dan lebih fokus pada pekerjaan yang dinilai hanya dapat atau harus dilakukan oleh EF. Yayasan juga berencana memberikan informasi tambahan mengenai perubahan aktivitas dan cara komunitas berinteraksi dengan struktur barunya.
Dalam jangka pendek, perhatian komunitas kemungkinan akan tertuju pada siapa yang akan mengambil alih koordinasi AllCoreDevs, dukungan terhadap EIP, pengelolaan Forkcast, dan program Ethereum Protocol Fellowship.
Pembubaran tim tidak menghentikan sifat terbuka dan terdesentralisasi dari pengembangan Ethereum. Namun, efektivitas struktur baru akan bergantung pada kemampuan EF menjaga kesinambungan koordinasi di antara pengembang, peneliti, tim client, dan komunitas yang terlibat dalam pengembangan protokol.