
Posted07/07/2026
Written ByYepi Muhamad
Strategy dilaporkan menjual 3.588 Bitcoin senilai sekitar US$216 juta untuk membiayai pembayaran dividen atas sejumlah sekuritas Digital Credit miliknya. Penjualan ini menjadi salah satu perubahan penting dalam strategi treasury perusahaan yang selama ini dikenal agresif mengakumulasi Bitcoin. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Bitcoin Strategy turun menjadi 843.775 BTC per 6 Juli.
Berdasarkan data dari situs resmi Strategy, angka akuisisi BTC yang diungkapkan pada 30 Juni dan 6 Juli masing-masing tercatat sebesar -1.363 BTC dan -2.225 BTC. Penurunan tersebut menunjukkan total pelepasan 3.588 BTC dalam periode tersebut.
Langkah ini menandai penjualan Bitcoin skala besar pertama Strategy dalam fase monetisasi terbarunya, setelah sebelumnya perusahaan hanya melakukan penjualan simbolis sebesar 32 BTC. Penjualan ini menjadi perhatian pasar karena Strategy selama ini dikenal sebagai salah satu perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.
Michael Saylor mengonfirmasi bahwa 3.588 BTC tersebut dijual dengan nilai sekitar US$216 juta. Dana hasil penjualan digunakan untuk membiayai dividen atas sekuritas Digital Credit milik Strategy, termasuk dividen kuartal kedua untuk STRF, STRE, STRK, dan STRD, serta dividen bulanan STRC untuk Juni.
Penjualan ini menunjukkan bahwa Strategy mulai menggunakan sebagian cadangan Bitcoin sebagai sumber likuiditas, bukan hanya sebagai aset akumulasi jangka panjang. Hal ini dapat dibaca sebagai bagian dari manajemen neraca perusahaan, terutama ketika kewajiban pembayaran dividen membutuhkan dana tunai dalam jumlah besar.
Selama beberapa tahun terakhir, Strategy secara konsisten menempatkan Bitcoin sebagai aset utama dalam strategi treasury perusahaan. Namun, penjualan terbaru ini memperlihatkan bahwa kepemilikan BTC dalam jumlah besar juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan finansial perusahaan, terutama terkait instrumen utang atau sekuritas berbasis kredit.
Meski demikian, penjualan 3.588 BTC tersebut masih relatif kecil dibandingkan total kepemilikan Strategy yang mencapai 843.775 BTC. Dengan jumlah tersebut, Strategy tetap menjadi salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.
Di sisi lain, American Bitcoin mengambil langkah berbeda dengan menambah kepemilikan sebesar 500 BTC. Perusahaan akumulasi Bitcoin yang didukung keluarga Trump dan diluncurkan melalui kemitraan dengan Hut 8 itu kini memiliki total 8.000 BTC.
Dengan kepemilikan tersebut, American Bitcoin disebut menjadi pemegang Bitcoin korporasi publik terbesar ke-16 di dunia. Langkah ini menunjukkan bahwa minat korporasi terhadap Bitcoin masih berlanjut, meskipun sebagian perusahaan mulai menggunakan cadangan BTC mereka untuk kebutuhan likuiditas.
American Bitcoin juga sebelumnya mengumumkan reverse stock split dengan rasio 1 banding 15 untuk mempertahankan pencatatan sahamnya di Nasdaq. Aksi korporasi tersebut akan mengurangi jumlah saham beredar dari sekitar 1,09 miliar menjadi sekitar 73 juta saham.
Namun, kinerja saham perusahaan masih berada dalam tekanan. Harga saham American Bitcoin dilaporkan telah turun lebih dari 60% sejak awal tahun ini. Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi akumulasi Bitcoin belum selalu sejalan dengan performa saham di pasar tradisional.
Penjualan Bitcoin oleh Strategy dapat menjadi sinyal penting bagi pasar karena perusahaan tersebut selama ini dipandang sebagai simbol adopsi Bitcoin oleh korporasi publik. Meski jumlah yang dijual relatif kecil dibandingkan total kepemilikannya, langkah ini tetap menimbulkan perhatian karena menunjukkan bahwa cadangan BTC dapat dimonetisasi untuk membiayai kewajiban perusahaan.
Di sisi lain, akumulasi American Bitcoin memperlihatkan bahwa strategi treasury berbasis Bitcoin masih menarik bagi sejumlah perusahaan. Perbedaan arah antara Strategy dan American Bitcoin mencerminkan dinamika baru di kalangan pemegang BTC korporasi: sebagian mulai menjual untuk menjaga likuiditas, sementara sebagian lainnya masih memperbesar eksposur terhadap Bitcoin.
Penjualan 3.588 BTC oleh Strategy menjadi momen penting dalam perkembangan strategi Bitcoin korporasi. Perusahaan yang selama ini dikenal sebagai akumulator agresif BTC kini mulai menggunakan sebagian asetnya untuk memenuhi kewajiban dividen.
Sementara itu, American Bitcoin justru menambah 500 BTC dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemegang Bitcoin korporasi publik terbesar di dunia. Dua langkah yang berlawanan ini menunjukkan bahwa strategi perusahaan terhadap Bitcoin mulai semakin beragam, bergantung pada kebutuhan likuiditas, struktur modal, dan prospek bisnis masing-masing perusahaan.