
Posted16/07/2026
Written ByYepi Muhamad
Binance mencatat arus keluar bersih USDC sebesar US$1,8 miliar selama kuartal II 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar US$1,4 miliar keluar pada Juni, bertepatan dengan meningkatnya ketidakpastian mengenai status lisensi Markets in Crypto-Assets Regulation (MiCA) Binance di Uni Eropa.
Berdasarkan data dompet on-chain dan laporan proof-of-reserves sejumlah bursa, saldo USDC di Binance turun sekitar 19% sepanjang kuartal tersebut. Penurunan ini jauh lebih besar dibandingkan kontraksi total pasokan USDC sebesar 5,5% atau sekitar US$4,3 miliar pada periode yang sama.
Namun, arus keluar tersebut tidak sepenuhnya berpindah ke pesaing Binance yang telah memperoleh lisensi MiCA. OKX misalnya, mereka juga memgalami penurunan saldo USDC. Sebaliknya, Bybit menjadi satu-satunya bursa besar yang membukukan pertumbuhan signifikan.
Analisis yang dihimpun Wu Blockchain menggunakan laporan proof-of-reserves dari delapan bursa terpusat, data kapitalisasi pasar CoinGecko, serta pelacakan dompet dari DefiLlama. Menunjukkan sekitar US$400 juta USDC keluar dari Binance selama April dan Mei 2026. Tekanan kemudian meningkat pada Juni ketika arus keluar mencapai US$1,4 miliar hanya dalam satu bulan.
Pada saat yang sama, jumlah USDC yang dimiliki pengguna Binance dilaporkan turun hampir 10% dalam satu bulan. Sebagai perbandingan, saldo USDT di platform tersebut relatif stabil.
Perbedaan tersebut memunculkan dugaan bahwa kendala regulasi Binance di Eropa turut mempengaruhi keputusan pengguna. Binance sebelumnya menarik pengajuan lisensi MiCA di Yunani setelah proses persetujuan tidak kunjung selesai sebelum batas waktu penerapan aturan tersebut.
MiCA mengharuskan perusahaan aset kripto memperoleh izin dari salah satu negara anggota agar dapat melayani pengguna di seluruh Uni Eropa. Binance mengatakan masih melakukan pembicaraan dengan regulator lain untuk mendapatkan otorisasi baru dan menegaskan komitmennya terhadap pasar Eropa.
Kendala ini menjadi kelanjutan dari penyesuaian regulasi stablecoin di kawasan tersebut. Sebelumnya, Binance juga telah menghapus sejumlah stablecoin yang tidak memenuhi ketentuan MiCA di Eropa.
Meski demikian, data yang tersedia belum membuktikan bahwa seluruh arus keluar USDC terjadi akibat persoalan lisensi. Sebagian dana kemungkinan di tarik kembali menjadi mata uang di kawasan tersebut, dipindahkan ke dompet pribadi, atau dialihkan ke platform lain yang tidak termasuk dalam pengamatan.
OKX sempat diperkirakan menjadi penerima utama dana yang keluar dari Binance karena telah memiliki posisi regulasi lebih jelas di Eropa. Namun, saldo USDC di OKX justru turun sekitar 9,7% pada kuartal II 2026.
Angka tersebut sedikit lebih besar dibandingkan penurunan total pasokan USDC sebesar 5,5%. Hal ini menunjukkan bahwa saldo USDC di OKX secara umum bergerak mengikuti kontraksi pasar, bukan memperoleh tambahan likuiditas dari pengguna Binance.
Kondisi berbeda terlihat di Bybit. Saldo USDC di bursa tersebut meningkat 45%, dari sekitar US$450 juta menjadi US$660 juta. Dengan demikian, Bybit menambahkan sekitar US$210 juta USDC sepanjang kuartal tersebut.
Pertumbuhan ini diperkirakan berasal dari kegunaan USDC dalam produk derivatif Bybit. Platform tersebut menyediakan kontrak perpetual dan opsi dengan margin USDC, sehingga stablecoin tersebut tidak hanya disimpan sebagai dana tunai, tetapi juga digunakan sebagai jaminan perdagangan.
Permintaan tersebut menunjukkan bahwa utilitas produk dapat menjadi faktor yang lebih kuat daripada kepatuhan regulasi semata dalam menarik likuiditas. Di tengah meningkatnya aktivitas USDC yang sebelumnya juga tercatat melampaui USDT dalam aktivitas transaksi on-chain, Bybit telah berhasil membangun permintaan yang lebih organik melalui produk derivatifnya.
Meski menjadi bursa dengan pertumbuhan terbesar, Bybit bukanlah penerima seluruh dana yang keluar dari Binance. Kenaikan saldo sebesar US$210 juta masih jauh di bawah arus keluar US$1,8 miliar dari Binance. Sebagian besar USDC tersebut diperkirakan telah ditarik cash atau berpindah ke luar bursa yang dianalisis.
Binance dan Circle memiliki perjanjian distribusi untuk memperluas penggunaan USDC. Menurut analisis yang merujuk pada prospektus penawaran umum perdana Circle, perusahaan tersebut memberikan pembayaran awal sekitar US$60 juta kepada Binance.
Perjanjian itu juga mencakup pembayaran insentif bulanan berdasarkan jumlah USDC yang disimpan menggunakan modal milik Binance. Sebagai bagian dari kerja sama, Binance disebut menyetujui penyimpanan sekitar US$1,5 miliar USDC pada neracanya dan mempromosikan pasangan perdagangan berbasis USDC.
Data proof-of-reserves menunjukkan dompet Binance menyimpan sekitar US$7,58 miliar USDC, sedangkan saldo bersih milik pengguna mencapai sekitar US$6,98 miliar. Selisih sekitar US$600 juta yang diperkirakan merupakan dana milik platform, termasuk modal operasional dan persediaan yang berkaitan dengan perjanjian distribusi tersebut.
Artinya, insentif Circle kemungkinan membantu mempertahankan USDC di dalam kas Binance, Namun, insentif tersebut tidak cukup untuk mencegah pengguna menarik USDC dari Binance atau menukarkannya kembali menjadi mata uang yang berlaku di kawasan tersebut.
Dinamika tersebut juga terjadi ketika pasar stablecoin Eropa sedang mengalami perubahan. USDC mendapatkan posisi lebih kuat sebagai stablecoin yang memenuhi kerangka MiCA, sementara sejumlah bursa mulai menghapus pasangan perdagangan USDT bagi pengguna Eropa.
Meskipun mengalami arus keluar besar, Binance masih mendominasi kepemilikan stablecoin diantara bursa terpusat.
Dari sekitar US$68,5 miliar stablecoin yang disimpan pada delapan bursa yang dianalisis, Binance menguasai sekitar US$42,5 miliar atau 62% dari keseluruhan saldo. Jumlah tersebut sekitar 3,7 kali lebih besar dibandingkan OKX dan tiga kali lipat dari gabungan enam bursa terbawah.
Dalam pasar USDC secara khusus, Binance masih menyimpan sekitar 80% dari keseluruhan USDC yang berada di bursa terpusat. Saldo tersebut dilaporkan delapan kali lebih besar dibandingkan bursa dengan kepemilikan USDC terbesar kedua.
Dengan demikian, penurunan 19% belum dapat diartikan sebagai hilangnya dominasi Binance. Data ini lebih menggambarkan perubahan perilaku pengguna dan distribusi likuiditas akibat kombinasi tekanan regulasi, penebusan USDC, serta perbedaan kegunaan stablecoin di setiap platform.
Bybit dapat disebut sebagai pihak yang paling diuntungkan secara relatif karena menjadi satu-satunya bursa yang mencatat pertumbuhan signifikan. Namun, sebagian besar USDC yang keluar dari Binance tidak berpindah langsung ke Bybit maupun OKX.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa regulasi MiCA memang dapat mempengaruhi pilihan platform, tetapi utilitas produk tetap menjadi faktor penting. Bursa yang menyediakan penggunaan nyata bagi USDC sebagai jaminan perdagangan berpotensi lebih efektif dalam menarik likuiditas daripada platform yang hanya mengandalkan status regulasi atau insentif distribusi.