
Posted14/07/2026
Written ByYepi Muhamad
CEO Coinbase Brian Armstrong mengakui bahwa eksperimen koin konten dan koin kreator yang sebelumnya didorong oleh Base tidak berjalan sesuai harapan. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin, 13 Juli 2026, setelah komunitas mengkritik strategi Base yang dinilai terlalu berfokus pada tren token sosial tanpa menghasilkan penggunaan berkelanjutan bagi ekosistem.
Armstrong mengatakan Base telah meninggalkan strategi tersebut sejak awal 2026. Jaringan layer-2 Ethereum yang dikembangkan oleh Coinbase itu kini mengalihkan sebagian besar sumber dayanya untuk membangun infrastruktur perdagangan, diikuti oleh pembayaran dan agen kecerdasan buatan atau AI.
“Mereka tidak berhasil dan kami telah beralih sejak awal tahun ini. Kami melakukan kesalahan, saatnya membuka lembaran baru,” tulis Armstrong dalam balasannya kepada salah satu anggota komunitas di platform X.
Komentar Armstrong muncul setelah pengguna X dengan nama akun @smileyXBT mempertanyakan strategi Base selama lebih dari satu tahun terakhir. Base dinilai terlalu banyak memberikan perhatian kepada Zora, koin kreator, serta sejumlah proyek yang memiliki hubungan dengan mantan eksekutif atau anggota ekosistem Coinbase.
Kritik tersebut menyoroti bahwa promosi besar terhadap koin konten memang sempat meningkatkan aktivitas pembuatan token di Base. Namun, peningkatan itu tidak selalu diikuti dengan pertumbuhan pengguna yang bertahan dalam jangka panjang.
Koin konten merupakan token yang dibuat berdasarkan unggahan individual di media sosial. Sementara itu, koin kreator biasanya terhubung dengan profil atau identitas seorang pembuat konten. Melalui Zora, unggahan dan profil tersebut dapat diubah menjadi aset yang bisa diperdagangkan secara on-chain.
Base sempat mendukung model tersebut sebagai salah satu cara membawa aktivitas sosial dan ekonomi kreator ke blockchain. Pada April 2025, akun resmi Base bahkan menerbitkan sebuah koin konten melalui Zora. Harga token tersebut melonjak setelah diluncurkan, tetapi kemudian dilaporkan turun sekitar 95% hanya dalam hitungan jam.
Eksperimen serupa juga dilakukan melalui integrasi fitur token ke dalam Base App. Aktivitas penerbitan token sempat meningkat dan mendorong Base menjadi salah satu blockchain paling aktif untuk peluncuran aset baru.
Namun, momentum tersebut tidak bertahan. Sejumlah token kreator mengalami lonjakan harga dalam waktu singkat sebelum kehilangan sebagian besar nilainya. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa model tersebut lebih banyak menarik pedagang spekulatif daripada pengguna baru yang benar-benar menggunakan aplikasi secara berkelanjutan.
Salah satu kasus yang mendapat perhatian adalah token milik kreator konten Nick Shirley. Token tersebut sempat mencapai valuasi terdilusi penuh sekitar US$9 juta, tetapi kemudian turun menjadi sekitar US$3 juta. Sebagian besar volume perdagangan juga dilaporkan berasal dari pedagang kripto yang sudah aktif, bukan pengguna baru.
Armstrong menyetujui sebagian kritik bahwa strategi koin konten tidak berhasil membangun keunggulan kompetitif yang kuat bagi Base. Ia juga mengakui bahwa proyek tersebut telah menyebabkan sebagian pengguna mengalami kerugian setelah harga token turun.
Namun, Armstrong menolak anggapan bahwa fokus Base terhadap agen AI merupakan bentuk lain dari upaya mengejar tren pasar. Menurutnya, prioritas Base sejak melakukan perubahan strategi adalah perdagangan, pembayaran, dan agen AI, dalam urutan tersebut.
“Sebagian besar sumber daya saat ini dialokasikan untuk perdagangan,” kata Armstrong. Ia menambahkan bahwa fokus internal tersebut mungkin belum sepenuhnya terlihat oleh komunitas dari luar.
Pernyataan tersebut sejalan dengan strategi Base untuk 2026. Dalam peta jalan yang diterbitkan pada Maret, Base menetapkan pembangunan pasar global serta pengembangan pembayaran dan stablecoin sebagai dua prioritas utamanya.
Base juga berencana meningkatkan infrastruktur blockchain agar dapat mendukung perdagangan berbagai jenis aset, termasuk saham yang ditokenisasi, komoditas, pasar prediksi, kontrak perpetual, dan transaksi spot. Jaringan tersebut menargetkan penyelesaian transaksi dalam waktu kurang dari satu detik dengan biaya di bawah satu sen.
Perubahan ini menunjukkan bahwa Base sedang mencoba bergeser dari eksperimen token sosial yang bergantung pada perhatian jangka pendek menuju layanan dengan kebutuhan transaksi yang lebih konsisten.
Perubahan strategi Base turut terjadi ketika token ZORA mengalami penurunan harga signifikan. Berdasarkan data CoinGecko yang dikutip The Defiant, harga ZORA telah turun sekitar 95% dari rekor tertingginya pada Agustus 2025.
Kapitalisasi pasar ZORA juga menyusut dari sekitar US$800 juta pada puncak popularitas koin kreator menjadi sekitar US$30 juta. Dalam periode 30 hari menjelang pernyataan Armstrong, ZORA tercatat turun sekitar 19%, sedangkan Bitcoin hanya melemah sekitar 3% dalam periode yang sama.
Penurunan tersebut tidak hanya mencerminkan kondisi pasar kripto secara umum, tetapi juga berkurangnya minat terhadap model koin konten. Ketika likuiditas dan perhatian komunitas berpindah, token yang tidak memiliki permintaan berkelanjutan cenderung menghadapi tekanan harga lebih besar.
Meski demikian, kegagalan eksperimen koin konten tidak berarti seluruh aktivitas sosial on-chain akan ditinggalkan. Teknologi tokenisasi konten masih dapat digunakan untuk sistem keanggotaan, pendanaan kreator, atau kepemilikan digital. Tantangan utamanya adalah menciptakan manfaat yang tidak hanya bergantung pada kenaikan harga token.
Selain perdagangan, Base juga memperkuat posisinya sebagai jaringan untuk pembayaran berbasis stablecoin. Base mengklaim telah memproses volume stablecoin sekitar US$17 triliun sepanjang tahun sebelumnya dan berencana mengembangkan pembayaran yang lebih murah, cepat, serta dapat digunakan secara global.
Untuk sektor agen AI, Coinbase telah meluncurkan Coinbase for Agents pada Juni 2026. Layanan tersebut memungkinkan agen AI terhubung dengan akun Coinbase untuk melakukan perdagangan, pembayaran, dan menjalankan alur kerja keuangan sesuai batasan yang ditentukan pengguna.
Coinbase juga mengembangkan protokol x402 yang memungkinkan perangkat lunak atau agen AI membayar akses terhadap data, layanan komputasi, dan API secara otomatis menggunakan aset seperti USDC. Sebagian besar transaksi tersebut dapat diselesaikan melalui jaringan berbiaya rendah seperti Base.
Hubungan antara ketiga sektor tersebut menjadi dasar strategi Base. Infrastruktur perdagangan menyediakan pasar bagi aset digital, sistem pembayaran memindahkan nilai, sedangkan agen AI berpotensi menjalankan transaksi secara otomatis.
Pengakuan Brian Armstrong menandai berakhirnya fokus utama Base terhadap koin konten dan koin kreator. Setelah eksperimen tersebut gagal menghasilkan pengguna serta permintaan yang berkelanjutan, Base kini mengarahkan sumber dayanya pada perdagangan, pembayaran stablecoin, dan agen AI.
Perubahan strategi ini menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas token dalam jangka pendek belum tentu menghasilkan pertumbuhan ekosistem yang sehat. Keberhasilan Base selanjutnya akan bergantung pada kemampuannya mengubah infrastruktur yang dibangun menjadi aktivitas perdagangan dan pembayaran yang konsisten, sekaligus memulihkan kepercayaan pengguna yang mengalami kerugian dari eksperimen sebelumnya.