
Posted27/07/2026
Written ByYepi Muhamad
Bursa kripto terpusat BitMart mengumumkan penghentian operasional platform perdagangannya secara bertahap pada 26 Juli 2026. Keputusan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah BitMEX menyampaikan rencana serupa, sekaligus menambah daftar bursa kripto yang keluar dari industri di tengah ketatnya persaingan pasar.
BitMart telah menghentikan pendaftaran pengguna baru, layanan setoran, dan pembukaan pesanan perdagangan baru. Seluruh layanan perdagangan dijadwalkan berakhir pada 26 Agustus 2026, sementara platform akan menghentikan operasionalnya secara resmi pada 31 Januari 2027.
Pengumuman tersebut langsung menekan token native BitMart, BMX. Token itu sempat anjlok lebih dari 60% setelah keputusan penutupan dipublikasikan, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap berkurangnya utilitas BMX setelah layanan bursa dihentikan.
Berdasarkan jadwal yang diumumkan perusahaan, pembatasan layanan mulai berlaku pada 26 Juli 2026 pukul 01.30 UTC. BitMart menghentikan pendaftaran akun baru serta setoran dalam bentuk aset kripto maupun mata uang fiat.
Platform juga berhenti menerima pesanan baru di pasar spot. Sementara itu, akun futures dialihkan ke mode reduce-only, sehingga pengguna hanya dapat mengurangi atau menutup posisi yang telah dibuka tanpa membuat posisi baru.
Sejumlah layanan lain, termasuk copy trading, grid trading, perdagangan melalui API, dan produk perdagangan otomatis, turut dihentikan secara bertahap.
Seluruh aktivitas perdagangan spot, futures, dan produk lainnya dijadwalkan berakhir pada 26 Agustus 2026 pukul 01.00 UTC. BitMart kemudian akan menghentikan operasional platform secara resmi pada 31 Januari 2027 pukul 15.59 UTC.
Penarikan dana tetap tersedia selama proses penghentian operasional. Namun, BitMart memperingatkan bahwa permintaan tertentu dapat menjalani pemeriksaan tambahan, termasuk verifikasi identitas, pemeriksaan perangkat dan alamat IP, penyaringan alamat penarikan, sumber dana, serta kepatuhan terhadap aturan sanksi.
Lonjakan permintaan penarikan juga berpotensi memperpanjang waktu pemrosesan. Karena itu, pengguna diminta menyelesaikan verifikasi identitas, menutup posisi terbuka, dan mengajukan penarikan sebelum batas akhir perdagangan.
Keputusan BitMart muncul tiga hari setelah BitMEX mengumumkan penutupan permanen setelah hampir 12 tahun beroperasi. BitMEX dijadwalkan menghentikan seluruh operasional bursanya pada 23 September 2026 setelah melakukan peninjauan strategis terhadap bisnis dan kondisi industri kripto.
Dalam pernyataannya, BitMart hanya menyebut keputusan tersebut diambil setelah mengevaluasi kondisi operasional perusahaan, lingkungan pasar, dan arah strategi masa depan.
Perusahaan tidak mengungkapkan apakah penutupan berkaitan dengan masalah likuiditas, tekanan regulasi, penurunan pendapatan, atau faktor internal lainnya. Hingga pengumuman diterbitkan, tidak terdapat pernyataan resmi yang menyebut BitMart mengalami insolvensi atau kekurangan aset pengguna.
Penutupan ini terbilang mengejutkan karena hanya sekitar satu pekan sebelumnya BitMart menerbitkan laporan kinerja semester pertama 2026 yang menggambarkan pertumbuhan bisnis.
Dalam laporan tersebut, BitMart mengklaim aset kelolaan atau assets under management tumbuh sekitar 256% dibandingkan periode sebelumnya. Perusahaan juga menyebut telah menambahkan 495 aset spot, 492 kontrak futures, dan memperluas layanan pembayaran serta perdagangan aset tradisional berbasis token.
CEO BitMart Nathan Chow bahkan mengatakan perusahaan berniat tetap beroperasi selama delapan tahun berikutnya. Pernyataan tersebut berbeda dengan keputusan penutupan yang diumumkan beberapa hari kemudian. Namun, perbedaan itu belum dapat dijadikan bukti adanya masalah keuangan karena BitMart belum memberikan penjelasan tambahan.
Laporan yang sama turut mengakui bahwa platform perpetual berbasis blockchain, seperti Hyperliquid, mulai mengambil pangsa perdagangan dari bursa terpusat kecil dan menengah. Kondisi ini menunjukkan bahwa BitMart menghadapi persaingan tidak hanya dari CEX besar, tetapi juga dari platform derivatif on-chain.
Penutupan BitMart dan BitMEX memperlihatkan kecenderungan konsolidasi dalam industri bursa kripto. Likuiditas pengguna semakin terkonsentrasi pada sejumlah platform besar, sementara bursa yang lebih kecil harus menghadapi biaya kepatuhan, keamanan, pengembangan produk, serta kebutuhan likuiditas yang semakin tinggi.
Situasi ini juga kembali menyoroti pentingnya transparansi cadangan dan penerapan proof of reserves pada bursa kripto, khususnya ketika sebuah platform memasuki proses penghentian operasional.
Penutupan BitMart setelah sembilan tahun beroperasi menunjukkan bahwa volume perdagangan besar tidak selalu menggambarkan kondisi bisnis secara keseluruhan. Sebelum pengumuman, platform tersebut masih dilaporkan memproses volume perdagangan harian lebih dari US$1 miliar.
Namun, persaingan likuiditas, meningkatnya biaya kepatuhan, kebutuhan menjaga keamanan aset, dan pertumbuhan platform on-chain dapat memberikan tekanan besar terhadap model bisnis bursa terpusat kelas menengah.
Bagi pengguna BitMart, fokus utama selama masa transisi adalah menutup posisi terbuka, menyelesaikan proses verifikasi, serta menarik aset sebelum tenggat yang ditentukan. Pengguna juga perlu mewaspadai situs palsu, akun dukungan tiruan, dan pesan phishing yang memanfaatkan proses penutupan platform.
BitMart belum mengungkapkan secara terperinci faktor utama di balik keputusannya. Dengan demikian, dampak penuh dari penutupan tersebut terhadap pengguna, mitra, dan ekosistem token BMX masih bergantung pada kelancaran proses penarikan dana hingga platform resmi berhenti beroperasi pada Januari 2027.