
Posted26/03/2026
Written ByYepi Muhamad
Platform exchange kripto global Binance resmi menerbitkan pedoman terbaru untuk aktivitas market maker, menandai langkah tegas dalam meningkatkan transparansi dan integritas pasar kripto.
Dalam panduan yang dirilis melalui blog resminya, Binance menegaskan bahwa penerbit token kini diwajibkan untuk segera mengungkapkan informasi terkait market maker yang mereka gunakan kepada platform. Kebijakan ini bertujuan untuk meminimalisir praktik manipulasi pasar yang sering menjadi perhatian komunitas.
Beberapa poin penting dalam pedoman terbaru ini meliputi:
Langkah ini menjadi sinyal bahwa Binance ingin memastikan aktivitas market making tetap berfungsi sesuai tujuan awalnya yaitu menjaga likuiditas pasar, bukan menciptakan ilusi volume atau harga.
Binance juga menegaskan bahwa mereka tidak akan ragu untuk mengambil tindakan terhadap pihak yang melanggar aturan ini. Sanksi yang disiapkan cukup serius, seperti blacklist terhadap market maker yang tidak patuh serta potensi pembatasan aktivitas atau kerja sama di ekosistem Binance.
Pendekatan ini menunjukkan komitmen dalam menjaga kepercayaan pengguna, terutama di tengah meningkatnya scrutiny terhadap praktik manipulatif di industri kripto.
Bagi komunitas airdrop hunter dan pengguna DeFi yang sering masuk lebih awal ke proyek, pedoman ini punya dampak penting untuk lebih mudah mendeteksi proyek “abu-abu” yang menggunakan market maker tidak transparan, mengurangi risiko harga token “dipompa” secara artifisial setelah listing, dan memberikan sinyal bahwa proyek serius akan lebih terbuka soal likuiditas mereka.
Secara tidak langsung, ini bisa membantu pengguna dalam melakukan due diligence sebelum ikut farming, staking, atau berburu airdrop dari sebuah proyek.
Pedoman baru dari Binance ini memperjelas batasan dalam praktik market making, sekaligus memperketat standar transparansi bagi proyek kripto. Di tengah maraknya token baru dan narasi airdrop, aturan ini bisa menjadi filter tambahan bagi komunitas untuk membedakan proyek yang legit dan yang hanya bermain “likuiditas semu”.