
Posted21/06/2026
Written ByYepi Muhamad
Platform peluncuran koin meme Pump Fun menuai kritik setelah fitur bounty barunya dilaporkan mendorong pengguna melakukan berbagai aksi ekstrem, memalukan, hingga berisiko demi mendapatkan hadiah kripto. Sejak diluncurkan pada 4 Juni 2026, fitur tersebut telah membayarkan lebih dari $370.000, sementara sekitar 270 bounty masih terbuka dengan total hadiah lebih dari $200.000.
Pump Fun, yang dikenal sebagai platform peluncuran memecoin berbasis Solana, memperkenalkan fitur bounty sebagai cara bagi komunitas untuk membuat tugas dan memberikan imbalan kripto kepada peserta yang berhasil menyelesaikannya. Namun, sejumlah tugas yang muncul di platform tersebut memicu perdebatan karena dinilai melewati batas etika, keselamatan, dan eksploitasi sosial.
Menurut laporan New York Post, beberapa bounty di Pump Fun meminta peserta melakukan aksi yang tidak biasa, mulai dari mencelupkan wajah ke dalam toilet, mengundurkan diri dari pekerjaan di depan kamera, hingga menato bagian tubuh demi memperoleh hadiah kripto.
Salah satu kasus yang paling banyak disorot melibatkan seorang pria di Filipina yang menerima sekitar $15.000 dalam bentuk kripto setelah menato tulisan “bounty fun” di dahinya. Aksi tersebut menjadi contoh bagaimana insentif finansial dalam ekosistem memecoin dapat mendorong pengguna melakukan tindakan permanen atau berisiko hanya demi imbalan jangka pendek.
Selain itu, terdapat bounty lain yang dilaporkan menawarkan hadiah besar untuk aksi ekstrem seperti mendaki Gunung Everest. Beberapa tugas lain bersifat lebih ringan, seperti memberi makan hewan jalanan atau berdonasi, tetapi perhatian publik lebih banyak tertuju pada tantangan yang dianggap merendahkan atau berbahaya.
Fitur bounty Pump Fun juga mendapat kritik dari sejumlah tokoh publik. Gubernur New York Kathy Hochul menyindir konsep tersebut sebagai “dystopian nightmare”, sementara Kepala Produk X, Nikita Bier, menilai tren ini menunjukkan sisi gelap industri kripto ketika orang dengan tekanan ekonomi didorong melakukan aksi memalukan demi uang.
Kritik utama terhadap fitur ini berpusat pada risiko eksploitasi. Dalam model bounty seperti ini, pembuat tugas dapat menawarkan hadiah kripto untuk aksi yang berpotensi viral, sementara peserta mengambil risiko sosial, fisik, atau hukum untuk memperoleh imbalan.
Wired juga menyoroti bahwa fitur tersebut dapat menciptakan siklus promosi yang problematis dalam ekosistem memecoin. Bounty tidak hanya menjadi alat hiburan, tetapi juga dapat digunakan untuk mendorong perhatian terhadap token tertentu melalui aksi viral yang kontroversial.
Kontroversi ini muncul di tengah meningkatnya pengawasan terhadap sektor memecoin, terutama karena banyak proyek mengandalkan viralitas, komunitas, dan spekulasi harga. Pump Fun sendiri selama ini menjadi salah satu platform yang berperan besar dalam tren peluncuran token meme di jaringan Solana.
Di satu sisi, fitur bounty dapat dilihat sebagai eksperimen baru dalam pemasaran berbasis komunitas. Pengguna dapat membuat tugas, menggalang hadiah, dan mendorong partisipasi publik secara langsung. Namun, di sisi lain, mekanisme tersebut membuka ruang bagi aksi yang berpotensi membahayakan peserta jika tidak disertai moderasi dan batasan yang jelas.
Bagi ekosistem kripto, kasus ini kembali menunjukkan bahwa inovasi berbasis insentif finansial tidak selalu berdampak positif. Ketika hadiah kripto digunakan untuk mendorong aksi ekstrem, risiko reputasi dapat meluas bukan hanya ke platform terkait, tetapi juga ke industri memecoin secara keseluruhan.
Kontroversi fitur bounty Pump Fun memperlihatkan bagaimana batas antara pemasaran viral, hiburan, dan eksploitasi dapat menjadi semakin tipis di industri kripto. Dengan total pembayaran lebih dari $370.000 dan ratusan bounty yang masih aktif, fitur ini menunjukkan adanya permintaan besar terhadap model insentif berbasis aksi nyata.
Namun, kritik dari pejabat publik dan tokoh teknologi menunjukkan bahwa platform seperti Pump Fun perlu menghadapi pertanyaan serius terkait moderasi, keselamatan pengguna, dan tanggung jawab platform. Dalam jangka panjang, keberlanjutan fitur semacam ini akan sangat bergantung pada kemampuan platform menjaga inovasi tetap berada dalam batas yang aman dan etis.