
Posted17/06/2026
Written ByYepi Muhamad
Bitcoin masih menghadapi risiko koreksi lebih dalam meski sempat rebound dari area rendah $60.000. Wintermute, salah satu market maker dan meja OTC kripto terkemuka, menilai pemulihan harga BTC belum cukup kuat untuk mengonfirmasi terbentuknya titik terendah struktural di pasar.
Menurut Wintermute, tekanan utama masih berasal dari lemahnya arus modal baru ke pasar kripto. Indikator seperti arus masuk ETF Bitcoin spot, pertumbuhan stablecoin, dan aktivitas Digital Asset Treasury (DAT) belum menunjukkan pembalikan yang jelas. Kondisi ini membuat BTC berpotensi tetap bergerak fluktuatif, terutama di tengah likuiditas musim panas yang cenderung lebih tipis.
Bitcoin sebelumnya sempat bergerak melemah ke area rendah $60.000 sebelum kembali pulih. Namun, Wintermute memperingatkan bahwa rebound tersebut belum dapat dianggap sebagai sinyal bahwa pasar telah menemukan titik bawah yang kuat.
Dalam analisisnya, Wintermute menyoroti bahwa pergerakan harga Bitcoin saat ini masih sangat bergantung pada aliran likuiditas. Jika arus modal dari investor institusional dan pelaku pasar besar belum kembali secara berkelanjutan, reli jangka pendek berisiko kehilangan momentum.
ETF Bitcoin spot menjadi salah satu indikator utama yang dipantau. Produk ini selama beberapa waktu terakhir berperan besar dalam membuka akses investor tradisional ke Bitcoin. Namun, jika arus masuk ETF melemah atau berbalik menjadi arus keluar, tekanan jual di pasar spot dapat meningkat.
Selain ETF, stablecoin juga menjadi sinyal penting. Pertumbuhan pasokan stablecoin sering dipandang sebagai indikasi adanya dana segar yang siap masuk ke aset kripto. Ketika pasokan stablecoin melambat, pasar biasanya kekurangan bahan bakar untuk mendorong kenaikan harga yang lebih luas.
Wintermute menilai tiga kanal likuiditas utama, yakni ETF, stablecoin, dan DAT, belum menunjukkan pemulihan yang meyakinkan. DAT atau Digital Asset Treasury merujuk pada perusahaan atau entitas yang mengalokasikan sebagian kasnya ke aset digital seperti Bitcoin.
Dalam siklus sebelumnya, kenaikan Bitcoin banyak ditopang oleh kombinasi arus modal institusional, penerbitan stablecoin baru, dan akumulasi aset digital oleh perusahaan. Namun, saat ketiga kanal tersebut melambat, pasar cenderung hanya bergerak berdasarkan rotasi modal internal.
Kondisi ini membuat reli harga menjadi lebih rapuh. Dana yang sudah berada di ekosistem kripto berpindah dari satu aset ke aset lain, tetapi tidak selalu mencerminkan masuknya modal baru dari luar pasar. Akibatnya, kenaikan harga dapat berlangsung singkat dan lebih mudah terkoreksi ketika tekanan jual meningkat.
Wintermute juga menyoroti faktor musiman. Likuiditas pasar pada periode musim panas biasanya lebih tipis karena aktivitas perdagangan menurun. Dalam kondisi likuiditas rendah, pergerakan harga dapat menjadi lebih tajam, baik ke atas maupun ke bawah.
Dengan latar belakang tersebut, Wintermute memperkirakan Bitcoin masih dapat bergerak fluktuatif dan berpotensi turun ke kisaran $50.000 apabila arus modal belum kembali menguat.
Saat artikel ini disusun, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $65.000, masih berada di atas area psikologis $60.000 tetapi belum cukup jauh dari zona tekanan. Level $60.000 menjadi area penting karena penembusan yang kuat ke bawah dapat memperbesar peluang koreksi lanjutan.
Bagi pelaku pasar, peringatan Wintermute menunjukkan bahwa sentimen belum sepenuhnya pulih. Investor tidak hanya perlu melihat pergerakan harga harian, tetapi juga memperhatikan apakah ada dukungan dari data arus dana.
Jika arus masuk ETF Bitcoin spot kembali positif secara berkelanjutan, hal tersebut dapat menjadi sinyal bahwa minat institusional mulai pulih. Begitu juga dengan peningkatan pasokan stablecoin, yang dapat menunjukkan adanya modal baru yang siap masuk ke pasar.
Sebaliknya, jika ETF terus mencatat tekanan arus keluar dan pertumbuhan stablecoin tetap lemah, Bitcoin berisiko bertahan dalam fase konsolidasi atau kembali menguji level yang lebih rendah.
Peringatan Wintermute menegaskan bahwa arah Bitcoin dalam waktu dekat masih sangat bergantung pada likuiditas. Rebound harga dari area rendah $60.000 memang memberikan ruang pemulihan jangka pendek, tetapi belum cukup untuk menghapus risiko koreksi lebih dalam.
Sinyal kunci yang perlu diperhatikan adalah kembalinya arus masuk ETF Bitcoin spot, pertumbuhan stablecoin yang berkelanjutan, serta meningkatnya aktivitas akumulasi dari entitas Digital Asset Treasury. Tanpa dukungan dari tiga faktor tersebut, pasar kripto berpotensi tetap bergerak volatil dan rentan terhadap tekanan jual.
Secara lebih luas, kondisi ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase pencarian arah. Selama modal baru belum masuk secara konsisten, peluang koreksi ke kisaran $50.000 tetap menjadi skenario yang perlu diperhitungkan oleh pelaku pasar.