
Posted01/06/2026
Written ByYepi Muhamad
Dana senilai sekitar US$12,6 juta dalam bentuk confidential USDC (cUSDC) yang berada di protokol privasi Zama dilaporkan telah dibekukan setelah Circle memasukkan alamat kontrak terkait ke dalam daftar hitam (blacklist). Informasi ini pertama kali diungkap oleh analis blockchain ZachXBT pada akhir Mei 2026.
Pembekuan tersebut memengaruhi hampir seluruh dana yang tersimpan dalam kontrak cUSDC di jaringan Ethereum. Insiden ini memicu perhatian komunitas kripto karena berkaitan dengan dana yang diduga berasal dari peretasan Overnight Finance serta menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme pembekuan aset pada stablecoin terpusat seperti USDC.
Menurut ZachXBT, Circle kemungkinan telah memasukkan alamat kontrak cUSDC milik Zama ke dalam daftar hitam, sehingga dana pengguna senilai sekitar US$12,6 juta tidak dapat dipindahkan.
Analisis on-chain menunjukkan bahwa alamat kontrak tersebut baru-baru ini berpartisipasi dalam pemungutan suara tata kelola (governance voting) Overnight Finance terkait alokasi kas protokol. Temuan ini memunculkan dugaan adanya keterkaitan antara dana yang dibekukan dengan kasus hukum yang sedang berlangsung terhadap Overnight Finance.
ZachXBT juga mengungkap bahwa beberapa pengguna sebelumnya telah menuduh tim proyek melakukan rug pull. Namun, hingga saat ini belum ada bukti publik yang menunjukkan keterlibatan tim Zama dalam aktivitas tersebut.
Berdasarkan informasi yang dibagikan, lebih dari 99% dana yang berada dalam kontrak cUSDC berasal dari satu alamat yang sebelumnya terkait dengan peretasan Overnight Finance. Nilai dana tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$12,5 juta.
ZachXBT menyoroti bahwa salah satu pihak penggugat dalam gugatan perdata terhadap Overnight Finance adalah Patagon Management, sebuah entitas yang dikenal aktif melakukan pengambilalihan DAO dan mengejar pemulihan aset dari protokol yang mengalami masalah.
Menurutnya, terdapat kemungkinan bahwa pihak penggugat salah menafsirkan hubungan antara alamat yang dibekukan dengan kontrak milik Zama ketika menyampaikan informasi kepada pengadilan. Ia juga menyebut bahwa tim Zama tampaknya tidak menerima pemberitahuan sebelumnya sebelum tindakan pembekuan dilakukan.
Sementara itu, pendiri Zama, Rand, menyatakan bahwa investigasi internal telah menemukan akar penyebab insiden tersebut dan menegaskan bahwa masalah ini tidak berkaitan dengan protokol Zama maupun teknologi privasi yang dikembangkan perusahaan.
Rand menjelaskan bahwa dana sebesar US$12,5 juta USDC disetorkan ke dalam protokol oleh alamat yang terkait dengan peretasan Overnight Finance. Pada saat transaksi terjadi, alamat tersebut belum dikenai sanksi dan tidak ditandai sebagai berisiko tinggi oleh sistem Know Your Transaction (KYT), sehingga dana dapat masuk ke dalam protokol tanpa hambatan.
“Penyebab utama telah diidentifikasi dan tidak terkait dengan teknologi privasi maupun protokol Zama,” jelas Rand dalam pernyataannya.
Karena sebagian besar likuiditas kontrak berasal dari alamat tersebut, pengadilan kemudian memerintahkan pembekuan seluruh kontrak cUSDC yang dibungkus (wrapped contract) guna mencegah potensi perpindahan dana selama proses hukum berlangsung.
Kasus ini kembali menyoroti karakteristik stablecoin terpusat seperti USDC yang memungkinkan penerbitnya melakukan pembekuan aset berdasarkan perintah hukum atau kebijakan kepatuhan.
Bagi ekosistem privasi blockchain, insiden tersebut menjadi contoh bagaimana dana yang masuk ke dalam protokol tetap dapat terdampak oleh tindakan di tingkat aset dasar (underlying asset), meskipun transaksi dan saldo telah dibungkus dalam mekanisme privasi.
Di sisi lain, kejadian ini juga menunjukkan tantangan yang dihadapi protokol DeFi ketika menerima dana yang pada saat setoran dilakukan tidak teridentifikasi sebagai aset berisiko. Perubahan status hukum atau investigasi yang muncul di kemudian hari dapat menimbulkan konsekuensi bagi seluruh pengguna yang berinteraksi dengan kontrak yang sama.
Pembekuan sekitar US$12,6 juta cUSDC di Zama menjadi salah satu kasus terbaru yang memperlihatkan kompleksitas hubungan antara protokol privasi, stablecoin terpusat, dan proses penegakan hukum di industri kripto.
Meskipun Zama menegaskan bahwa insiden ini tidak berasal dari kelemahan teknologi atau sistem mereka, kasus tersebut menunjukkan bahwa risiko kepatuhan dan asal-usul dana tetap menjadi faktor penting dalam ekosistem DeFi. Seiring berjalannya investigasi dan proses hukum terkait Overnight Finance, komunitas kripto akan terus memantau bagaimana kasus ini memengaruhi perkembangan protokol privasi dan penggunaan stablecoin di masa mendatang.