
Posted02/06/2026
Written ByYepi Muhamad
Ekosistem The Open Network (TON) akan segera melakukan perubahan identitas pada token aslinya. Pendiri Telegram, Pavel Durov, mengumumkan bahwa token yang saat ini dikenal sebagai TON akan berganti nama menjadi Gram dalam beberapa minggu ke depan. Meski demikian, jaringan blockchain The Open Network tetap mempertahankan nama TON dan tidak mengalami perubahan teknis apa pun.
Perubahan ini diperkirakan akan selesai dalam waktu sekitar tiga minggu. Selama masa transisi, berbagai dompet kripto, penyedia infrastruktur blockchain, bursa, dan aplikasi dalam ekosistem TON akan secara bertahap memperbarui tampilan nama token dari TON menjadi Gram.
Menurut pengumuman yang disampaikan Pavel Durov, perubahan ini hanya berkaitan dengan branding token asli jaringan. The Open Network sebagai blockchain tetap akan menggunakan nama yang sama dan melanjutkan operasional tanpa perubahan pada protokol maupun infrastruktur jaringan.
Dengan kata lain, pengguna tidak perlu melakukan migrasi aset, swap token, ataupun tindakan teknis lainnya. Saldo dan fungsi token tetap sama, sementara yang berubah hanyalah penyebutan dan identitas mereknya di berbagai platform pendukung.
Proses pembaruan akan dilakukan secara bertahap oleh pelaku ekosistem, termasuk wallet, explorer, layanan DeFi, hingga penyedia infrastruktur blockchain yang mendukung jaringan TON.
Nama Gram memiliki sejarah yang erat dengan perjalanan awal proyek blockchain yang dikembangkan oleh Telegram. Sebelum The Open Network berdiri sebagai proyek independen, Telegram sempat mengembangkan Telegram Open Network dengan token yang dikenal sebagai Gram.
Namun, proyek tersebut menghadapi gugatan dari regulator Amerika Serikat pada 2020, yang akhirnya membuat Telegram menghentikan keterlibatannya dalam pengembangan jaringan. Setelah itu, komunitas pengembang melanjutkan proyek secara independen dan mengubah identitasnya menjadi The Open Network (TON).
Kembalinya nama Gram untuk token asli jaringan dinilai sebagai langkah untuk menghubungkan kembali ekosistem saat ini dengan sejarah dan identitas awal proyek yang dikenal luas oleh komunitas kripto.
Meski belum dijelaskan secara rinci alasan di balik keputusan tersebut, perubahan branding ini menunjukkan upaya memperkuat positioning token di tengah pertumbuhan ekosistem TON yang semakin luas.
Sejauh ini tidak ada indikasi bahwa perubahan nama akan memengaruhi utilitas token, tokenomics, maupun mekanisme jaringan. Token yang nantinya bernama Gram tetap akan digunakan untuk membayar biaya transaksi, staking, serta berbagai aktivitas dalam ekosistem TON.
Bagi pengguna, dampak utama kemungkinan hanya berupa penyesuaian tampilan nama aset pada wallet, bursa kripto, dan aplikasi yang terhubung dengan jaringan. Selama proses transisi berlangsung, sejumlah platform mungkin menampilkan kedua nama tersebut untuk memudahkan identifikasi.
Menurut pengamat industri, perubahan branding seperti ini umumnya bertujuan meningkatkan konsistensi identitas proyek tanpa mengubah fundamental teknologi yang mendasarinya. Oleh karena itu, fokus pasar kemungkinan akan tetap tertuju pada perkembangan adopsi jaringan, pertumbuhan pengguna Telegram, dan ekspansi aplikasi berbasis TON.
Keputusan TON untuk mengganti nama token aslinya menjadi Gram menandai perubahan identitas penting dalam ekosistem blockchain yang memiliki hubungan historis dengan Telegram. Meskipun nama token berubah, jaringan The Open Network tetap beroperasi seperti biasa tanpa perubahan teknis maupun migrasi aset.
Dalam beberapa minggu mendatang, pengguna akan mulai melihat nama Gram muncul di berbagai wallet dan layanan pendukung. Langkah ini sekaligus menjadi pengingat akan akar sejarah proyek yang pernah dikenal sebagai Telegram Open Network sebelum berkembang menjadi salah satu ekosistem blockchain terbesar yang terhubung dengan platform Telegram saat ini.