
Posted03/06/2026
Written ByYepi Muhamad
Pasar kripto kembali menghadapi tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Namun, menurut Binance Research, pelemahan ini kemungkinan bukan disebabkan oleh masalah internal industri kripto, melainkan karena aliran modal yang berpindah ke pasar saham Amerika Serikat (AS), khususnya sektor-sektor yang tengah menjadi primadona investor seperti kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, pertahanan, energi, dan komoditas.
Laporan terbaru dari divisi riset institusional Binance tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi investasi di pasar saham AS telah mencapai level yang sangat tinggi. Kondisi ini membuat aset kripto, termasuk Bitcoin (BTC), semakin tersisih dalam persaingan memperebutkan modal investor global.
Berdasarkan analisis Binance Research, Indeks Dispersi Cboe baru-baru ini mencapai level 42, yang merupakan level tertinggi ketiga sepanjang sejarah pencatatannya.
Indeks tersebut digunakan untuk mengukur seberapa terkonsentrasi aliran dana di pasar saham AS. Semakin tinggi nilainya, semakin besar porsi modal yang hanya mengalir ke sejumlah kecil sektor atau saham tertentu.
Menurut Binance Research, kondisi saat ini menunjukkan bahwa sebagian besar dana investor terkonsentrasi pada tema investasi yang sedang populer, terutama AI dan teknologi. Akibatnya, aset alternatif seperti Bitcoin kehilangan daya tarik relatif di mata investor.
"Pada periode-periode sebelumnya ketika terjadi konsentrasi ekstrem di pasar saham AS, Bitcoin biasanya mencapai titik terendah dalam rentang 0 hingga 20 minggu, dengan median sekitar dua minggu," tulis Binance Research.
Mereka juga menambahkan bahwa selama tidak terdapat krisis besar di dalam industri kripto, pengalihan modal seperti ini umumnya hanya bersifat sementara dan dapat berbalik ketika momentum di pasar saham mulai melemah.
Pandangan yang lebih pesimistis datang dari Joe Weisenthal, pembawa acara Bloomberg Odd Lots. Dalam buletin terbarunya, ia menyebut bahwa kondisi saat ini berpotensi menjadi "musim dingin kripto terdingin sepanjang sejarah."
Menurut Weisenthal, industri kripto sedang menghadapi tekanan dari berbagai arah secara bersamaan.
Ia menilai narasi lama seperti "kita masih berada di tahap awal adopsi" mulai kehilangan daya tarik. Sementara itu, berbagai katalis yang sebelumnya dianggap bullish, seperti masuknya investor institusional dan peningkatan kepastian regulasi, kini telah terealisasi dan tidak lagi menjadi faktor pendorong baru bagi pasar.
Di sisi lain, sektor AI berhasil menarik perhatian investor global dalam skala besar. Tidak hanya menyerap modal, perkembangan AI juga dinilai mengambil sumber daya komputasi dan pasokan listrik yang sebelumnya banyak dikaitkan dengan industri aset digital.
Weisenthal juga menyoroti meningkatnya kekhawatiran mengenai risiko komputasi kuantum terhadap keamanan jaringan Bitcoin, meskipun ancaman tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan industri.
Selain itu, ia menyebut sejumlah perusahaan Digital Asset Treasury (DAT), termasuk perusahaan seperti Strategy, berpotensi berubah dari akumulator Bitcoin menjadi penjual apabila kondisi pasar memburuk.
Meski demikian, Weisenthal menegaskan bahwa pandangan tersebut merupakan opini pribadinya dan bukan proyeksi resmi Bloomberg.
Salah satu faktor utama yang disorot baik oleh Binance Research maupun Weisenthal adalah dominasi saham-saham AI dan teknologi dalam menarik perhatian pasar.
Sejak awal tahun, perusahaan-perusahaan yang terkait dengan AI, semikonduktor, pusat data, serta infrastruktur energi telah mencatat kinerja yang kuat. Tren tersebut mendorong investor untuk mengalokasikan lebih banyak dana ke pasar ekuitas dibandingkan aset digital.
Akibatnya, Bitcoin dan aset kripto lainnya mengalami persaingan yang semakin ketat dalam memperebutkan likuiditas global.
Meskipun demikian, Binance Research mengingatkan bahwa pola historis menunjukkan kondisi seperti ini sering kali tidak berlangsung permanen. Ketika konsentrasi pasar saham mencapai level ekstrem, Bitcoin dalam beberapa siklus sebelumnya justru mulai membentuk dasar harga sebelum kembali memasuki fase pemulihan.
Laporan Binance Research menunjukkan bahwa pelemahan pasar kripto saat ini kemungkinan lebih dipengaruhi oleh rotasi modal ke pasar saham AS dibandingkan masalah fundamental dalam industri aset digital.
Di tengah dominasi tema investasi AI dan teknologi, Bitcoin untuk sementara kehilangan sebagian perhatian investor. Namun, data historis yang dikutip Binance menunjukkan bahwa kondisi serupa sebelumnya sering menjadi fase transisi sebelum pasar kripto kembali menemukan momentum.
Sementara itu, pandangan Joe Weisenthal mengenai kemungkinan "musim dingin kripto terdingin sepanjang sejarah" mencerminkan kekhawatiran sebagian pelaku pasar terhadap semakin ketatnya persaingan narasi investasi antara kripto, AI, dan sektor teknologi lainnya. Meski demikian, arah pergerakan pasar dalam beberapa bulan ke depan akan sangat bergantung pada kondisi likuiditas global, sentimen investor, serta perkembangan ekonomi makro secara keseluruhan.