
Posted07/06/2026
Written ByYepi Muhamad
Volume perdagangan spot di bursa kripto terpusat atau centralized exchange (CEX) dilaporkan turun ke $679 miliar pada April 2026, menjadi level bulanan terendah sejak Oktober 2023. Penurunan ini mencerminkan melemahnya aktivitas perdagangan ritel di pasar kripto, di tengah kondisi pasar yang masih lesu setelah puncak volume pada 2025.
Berdasarkan laporan CryptoQuant yang dikutip CryptoSlate, volume spot CEX pada April turun 46% secara tahunan dan berada 67% di bawah puncaknya pada Oktober 2025. Pelemahan serupa juga terlihat di pasar derivatif, dengan volume kontrak berjangka atau perpetual futures turun 53% dari level tertinggi Oktober 2025.
Penurunan volume spot menunjukkan berkurangnya minat perdagangan langsung terhadap aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum di bursa terpusat. Kondisi ini biasanya terjadi ketika pasar kehilangan momentum, volatilitas menurun, atau pelaku ritel memilih menahan diri setelah periode koreksi panjang.
Menurut laporan tersebut, Binance masih menjadi bursa spot terbesar berdasarkan volume kumulatif sepanjang 2026, dengan sekitar $1,3 triliun. Bybit berada di posisi berikutnya dengan $285 miliar, disusul Gate sebesar $253 miliar dan Crypto.com sekitar $247 miliar.
Meski bursa besar masih menguasai sebagian besar aliran perdagangan, data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pasar tidak lagi didorong secara dominan oleh trader ritel. Sebaliknya, likuiditas semakin terkonsentrasi pada platform besar yang memiliki buku order lebih dalam dan basis pengguna profesional.
Seiring melemahnya aktivitas spot dan derivatif kripto, sejumlah bursa mulai memperluas produk ke instrumen yang menyerupai pasar keuangan tradisional. Binance dan Gate, misalnya, dilaporkan mengembangkan kontrak perpetual futures yang terikat pada aset seperti emas, perak, minyak, saham, dan indeks.
Berdasarkan data CryptoQuant, volume bulanan perpetual futures berbasis TradFi di bursa kripto mencapai sekitar $450 miliar pada Maret 2026. Kontrak berbasis emas dan perak menjadi kontributor utama, dengan porsi lebih dari 90% dari total volume pada bulan puncak.
Gate menjadi salah satu pemain terbesar di segmen ini, dengan volume TradFi futures hampir $290 miliar pada Maret. Binance berada di posisi kedua dengan sekitar $109 miliar pada bulan yang sama, serta tetap mencatat aktivitas tinggi hingga Mei dengan volume sekitar $64 miliar.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa bursa kripto mulai memanfaatkan infrastruktur perdagangan 24/7 untuk menjangkau permintaan terhadap aset makro. Produk seperti perpetual futures memungkinkan trader mengambil posisi long atau short tanpa tanggal kedaluwarsa, sehingga struktur ini dinilai menarik untuk aset yang bergerak mengikuti sentimen global seperti logam mulia, energi, dan saham.
Penurunan volume spot menjadi sinyal bahwa partisipasi ritel di pasar kripto masih belum pulih sepenuhnya. Volume perdagangan yang lebih rendah dapat berdampak pada pendapatan bursa, terutama karena model bisnis CEX sangat bergantung pada biaya transaksi, volatilitas, dan aktivitas pengguna harian.
Namun, pergeseran ke produk TradFi juga menunjukkan adanya strategi adaptasi dari bursa besar. Di tengah menurunnya minat terhadap aset kripto murni, bursa mencoba menarik trader profesional yang ingin mengakses instrumen makro melalui platform kripto.
Insight penting dari tren ini adalah perubahan posisi bursa kripto dari sekadar tempat jual beli aset digital menjadi platform perdagangan multi-aset. Jika tren ini berlanjut, persaingan bursa tidak hanya akan bergantung pada jumlah token yang tersedia, tetapi juga pada kedalaman likuiditas, variasi produk, serta kemampuan menarik trader institusional dan profesional.
Turunnya volume spot CEX ke $679 miliar pada April 2026 menandai salah satu fase terlemah bagi aktivitas perdagangan kripto sejak Oktober 2023. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya minat ritel dan kontraksi volume derivatif setelah puncak pasar pada Oktober 2025.
Di sisi lain, ekspansi Binance, Gate, dan sejumlah bursa lain ke produk perpetual futures berbasis aset TradFi menunjukkan bahwa industri kripto sedang mencari sumber pertumbuhan baru. Dalam jangka pendek, produk berbasis emas, perak, minyak, saham, dan indeks dapat membantu menjaga aktivitas perdagangan. Namun, keberlanjutan tren ini tetap bergantung pada likuiditas, permintaan trader, dan kondisi makro global.