
Posted03/05/2026
Written ByYepi Muhamad
Bulan April 2026 tercatat sebagai periode paling kelam dalam sejarah keamanan industri kripto. Berdasarkan data dari DeFiLlama, total kerugian akibat peretasan sepanjang bulan tersebut melampaui $600 juta, dengan jumlah insiden yang juga mencetak rekor tertinggi.
Fenomena ini menandai peningkatan signifikan baik dari sisi frekuensi maupun kompleksitas serangan di sektor aset digital.
Sepanjang April, tercatat sekitar 28 hingga 30 insiden peretasan yang menargetkan berbagai protokol kripto, mulai dari DeFi, bridge, hingga infrastruktur blockchain.
Jika dirata-rata, hampir terjadi satu serangan setiap hari, menjadikan April sebagai bulan dengan aktivitas hacking paling intens sejak industri kripto berkembang.
Mayoritas serangan memang tergolong kecil, namun jumlahnya yang masif menunjukkan adanya peningkatan agresivitas dari pelaku kejahatan siber di ekosistem ini.
Dari puluhan insiden yang terjadi, dua kasus utama menyumbang sebagian besar total kerugian:
Kasus ini menarik perhatian karena tidak sepenuhnya berasal dari bug smart contract, melainkan eksploitasi terhadap mekanisme sistem dan faktor manusia.
Serangan terhadap KelpDAO menyoroti tingginya risiko pada protokol berbasis bridge dan interoperabilitas, yang kini menjadi salah satu target utama hacker.
Kedua insiden ini secara gabungan menyumbang hampir 90% dari total kerugian sepanjang April.
Data April menunjukkan adanya perubahan tren dalam metode peretasan:
Hal ini mengindikasikan bahwa keamanan kripto kini tidak hanya bergantung pada kode, tetapi juga pada desain sistem dan pengelolaan operasional.
Salah satu pola paling menonjol adalah meningkatnya serangan terhadap Protokol cross-chain, Bridge antar blockchain dan Infrastruktur likuiditas.
Kompleksitas sistem interoperabilitas membuka lebih banyak celah yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
Selain peningkatan jumlah serangan, pelaku di balik aksi hacking juga menunjukkan tingkat organisasi yang lebih tinggi.
Beberapa laporan bahkan mengindikasikan keterlibatan kelompok terstruktur dengan kemampuan teknis tinggi, yang menargetkan protokol dengan nilai likuiditas besar.
Lonjakan peretasan di April 2026 menjadi sinyal kuat bahwa industri kripto masih menghadapi tantangan serius dalam hal keamanan.
Dengan lebih dari $600 juta dana hilang hanya dalam satu bulan, serta hampir 30 insiden terjadi dalam waktu bersamaan, ekosistem kripto kini memasuki fase di mana. Ancaman tidak hanya berasal dari kode, tetapi juga dari manusia, sistem, dan kompleksitas infrastruktur.
Ke depan, peningkatan standar keamanan baik dari sisi teknis maupun operasional, akan menjadi faktor krusial untuk menjaga kepercayaan pengguna dan stabilitas industri.