
Posted21/04/2026
Written ByYepi Muhamad
Arbitrum melalui Dewan Keamanan dilaporkan telah membekukan 30.766 ETH yang terkait dengan eksploitasi KelpDAO pada jaringan Arbitrum One. Tindakan darurat ini dilakukan pada 20 April sekitar pukul 23:26 ET, dengan tujuan mengamankan dana tanpa mengganggu pengguna maupun aplikasi lain di jaringan.
Berdasarkan pernyataan resmi, Dewan Keamanan Arbitrum mengambil langkah setelah menerima masukan dari penegak hukum terkait identitas pelaku eksploitasi. Alamat yang menyimpan dana hasil eksploitasi di jaringan Arbitrum One kemudian menjadi target tindakan teknis.
Setelah melalui proses uji tuntas, tim mengidentifikasi metode untuk memindahkan dana tanpa memengaruhi kondisi jaringan secara keseluruhan. Dana tersebut akhirnya dipindahkan ke dompet perantara yang dibekukan (intermediate freeze wallet), sehingga tidak lagi dapat diakses oleh alamat awal.
“Dana hanya dapat dipindahkan melalui tindakan tata kelola lebih lanjut,” demikian disampaikan dalam laporan resmi, menegaskan bahwa kontrol dana kini berada di bawah mekanisme governance Arbitrum.
Langkah ini kembali memicu diskusi mengenai keseimbangan antara desentralisasi dan keamanan dalam ekosistem blockchain. Di satu sisi, tindakan cepat ini dinilai efektif untuk mencegah pelaku memindahkan atau mencuci dana hasil eksploitasi.
Namun di sisi lain, intervensi oleh Dewan Keamanan menyoroti adanya lapisan kontrol terpusat dalam sistem yang secara umum diklaim terdesentralisasi. Keputusan untuk membekukan dan memindahkan aset, meskipun melalui prosedur tertentu, menunjukkan bahwa entitas tertentu masih memiliki kewenangan signifikan dalam kondisi darurat.
Sebagai perbandingan, Justin Sun, pendiri TRON, merespons kejadian ini dengan menyebut TRON sebagai “blockchain paling terdesentralisasi di dunia.” Pernyataan ini muncul tidak lama setelah kabar pembekuan dana di Arbitrum menjadi publik.
Hingga saat ini, tidak ada laporan gangguan terhadap aplikasi DeFi atau aktivitas pengguna di Arbitrum. Dewan Keamanan menegaskan bahwa tindakan tersebut dirancang agar tidak memengaruhi state jaringan maupun pengguna lain.
Meski demikian, peristiwa ini berpotensi memengaruhi persepsi investor dan pengguna terhadap tingkat desentralisasi Arbitrum. Dalam jangka pendek, langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan terhadap kemampuan jaringan dalam menangani eksploitasi. Namun dalam jangka panjang, diskusi mengenai governance dan kontrol terpusat kemungkinan akan semakin intens.
Pembekuan 30.766 ETH oleh Dewan Keamanan Arbitrum menandai salah satu respons tercepat terhadap eksploitasi DeFi dalam beberapa waktu terakhir. Langkah ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara tim blockchain dan penegak hukum.
Di sisi lain, respons dari Justin Sun memperlihatkan bahwa isu desentralisasi tetap menjadi topik utama dalam persaingan antar ekosistem blockchain. Ke depan, bagaimana Arbitrum menyeimbangkan keamanan dan prinsip desentralisasi akan menjadi perhatian utama bagi komunitas dan investor.