
Posted26/02/2026
Written ByYepi Muhamad
Bursa kripto global Binance kembali menjadi sorotan regulator Amerika Serikat. Menurut laporan CoinDesk, Senator AS Richard Blumenthal membuka penyelidikan terkait dugaan aliran dana sebesar $1,7 miliar yang disebut terhubung dengan entitas yang berafiliasi dengan Iran.
Dalam surat yang dikirimkan kepada perusahaan, Blumenthal meminta Binance menyerahkan catatan internal dan rincian kepatuhan terkait transaksi tersebut. Fokus utama penyelidikan adalah potensi pelanggaran terhadap rezim sanksi Amerika Serikat.
Binance membantah tuduhan tersebut dan menyatakan tidak memiliki pengguna dari Iran. Perusahaan menegaskan telah menerapkan sistem kepatuhan yang ketat untuk mematuhi sanksi internasional.
Binance juga menyebut tengah melakukan tinjauan internal dan berencana membagikan hasilnya kepada U.S. Department of Justice (DOJ).
Hingga saat ini, belum ada tuduhan resmi atau dakwaan hukum terhadap Binance. Proses yang berjalan masih dalam tahap permintaan data dan klarifikasi.
Kasus ini menambah daftar tekanan regulasi terhadap bursa kripto global, terutama terkait isu kepatuhan sanksi internasional.
Namun penting dicatat, penyelidikan tidak sama dengan pelanggaran yang terbukti. Dampak terhadap pasar kemungkinan akan bergantung pada hasil tinjauan internal Binance danRespons DOJ.
Sebagai salah satu bursa dengan volume perdagangan terbesar di dunia, perkembangan kasus ini berpotensi memengaruhi sentimen jangka pendek, meski belum ada konsekuensi operasional yang diumumkan.
Penyelidikan terhadap Binance terkait dugaan aliran dana $1,7 miliar ke entitas yang berhubungan dengan Iran masih berada pada tahap awal. Binance membantah tuduhan tersebut dan menyatakan tengah melakukan evaluasi internal. Perlu kita ketahui dalam industri kripto yang semakin diawasi regulator, isu kepatuhan tetap menjadi faktor penting yang mempengaruhi kepercayaan pasar.