
Posted04/05/2026
Written ByYepi Muhamad
Bitcoin kembali diperdagangkan di atas level $80.000 pada awal pekan perdagangan di kawasan Asia, menandai level tertinggi sejak akhir Januari. Kenaikan ini didorong oleh kombinasi arus masuk dana institusional melalui ETF serta peningkatan posisi leverage, meskipun data on-chain menunjukkan bahwa permintaan riil di pasar spot masih belum merata.
Berdasarkan data pasar, arus masuk ke ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencapai sekitar $2,7 miliar dalam tiga minggu terakhir. Aliran dana ini mendorong total aset bersih ETF Bitcoin melampaui $100 miliar, menjadi salah satu faktor utama yang menopang harga.
Selain itu, laporan dari FlowDesk mengindikasikan adanya peningkatan minat investor terhadap posisi beli dengan leverage, terutama pada aset kripto utama seperti Ethereum dan NEAR dari Near Protocol. Aktivitas ini menunjukkan bahwa “uang cepat” atau capital spekulatif memainkan peran penting dalam mendorong harga naik dalam jangka pendek.
Meski harga menunjukkan penguatan, laporan dari CryptoQuant yang dirilis pada 30 April mengungkapkan bahwa reli Bitcoin sepanjang April didorong hampir sepenuhnya oleh pertumbuhan permintaan di pasar perpetual futures.
“Pergerakan harga Bitcoin bulan April didorong sepenuhnya oleh pertumbuhan permintaan perpetual futures, sementara permintaan spot justru mengalami kontraksi,” tulis CryptoQuant dalam laporannya.
Kondisi ini mencerminkan adanya ketidakseimbangan antara permintaan berbasis leverage dan pembelian riil di pasar spot. Secara historis, pola seperti ini sering dikaitkan dengan reli yang rapuh, karena harga cenderung rentan terkoreksi ketika posisi leverage mulai dilepas.
Indikasi kehati-hatian juga terlihat dari pasar prediksi. Di Polymarket, peluang Bitcoin mencapai $85.000 bulan ini diperkirakan sebesar 56%. Namun, probabilitas untuk menembus $90.000 hanya berada di kisaran 23%.
Data ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih memperkirakan kenaikan bertahap, bukan lonjakan signifikan dalam waktu dekat.
Secara keseluruhan, kenaikan Bitcoin di atas $80.000 saat ini didukung oleh arus masuk dana institusional dan aktivitas leverage yang tinggi. Namun, kurangnya konfirmasi dari permintaan spot menjadi sinyal bahwa reli ini belum sepenuhnya solid.
Dalam kondisi seperti ini, pasar cenderung sensitif terhadap perubahan sentimen, terutama jika terjadi perlambatan arus ETF atau likuidasi posisi leverage. Secara historis, situasi serupa sering kali berujung pada koreksi tajam dibandingkan tren naik yang berkelanjutan.
Dengan demikian, meskipun peluang kenaikan lanjutan tetap terbuka, pelaku pasar disarankan untuk mencermati dinamika permintaan riil sebagai indikator utama keberlanjutan tren harga Bitcoin.