
Posted21/05/2026
Written ByYepi Muhamad
Bybit resmi meluncurkan fitur AI Sub-Accounts yang dirancang khusus untuk aktivitas trading berbasis AI agent. Fitur ini memungkinkan pengguna memisahkan akun trading AI dari akun utama sekaligus mengatur batasan risiko seperti leverage, izin trading, penarikan dana, hingga alokasi modal.
Peluncuran fitur yang kini sudah tersedia secara live tersebut menjadi langkah terbaru Bybit dalam merespons meningkatnya penggunaan AI agent di industri kripto. Dengan sistem akun terpisah, pengguna dapat mengurangi potensi kerugian apabila AI agent mengalami error, bug, atau bahkan kompromi keamanan.
Berdasarkan informasi resmi, AI Sub-Accounts hanya dapat diakses melalui API dan ditujukan untuk pengguna yang menjalankan bot atau AI agent otomatis dalam aktivitas trading mereka.
Melalui fitur ini, pengguna dapat menentukan berbagai parameter keamanan, termasuk:
Dengan model tersebut, jika AI agent mengalami malfunction atau terjadi kebocoran API, dampaknya tidak langsung memengaruhi seluruh aset pengguna di akun utama.
Bybit menyebut pendekatan ini dirancang untuk memberikan “sandbox environment” bagi AI agent trading, sehingga risiko operasional dapat diminimalkan tanpa mengganggu aktivitas trading lain.
Dalam beberapa bulan terakhir, penggunaan AI agent untuk trading aset kripto meningkat signifikan. Banyak trader mulai memanfaatkan model AI untuk melakukan analisis pasar, arbitrase, hingga eksekusi order otomatis dalam hitungan detik.
Namun, tren tersebut juga memunculkan risiko baru. Sejumlah analis keamanan menilai AI agent tetap rentan terhadap kesalahan logika, manipulasi data pasar, hingga eksploitasi API.
Menurut pengamat industri, salah satu risiko terbesar dari autonomous trading agent adalah kemampuan mereka melakukan eksekusi transaksi besar tanpa pengawasan manusia secara langsung. Jika sistem mengalami bug, kerugian dapat terjadi dalam waktu singkat.
Karena itu, fitur isolasi akun seperti AI Sub-Accounts dinilai menjadi salah satu pendekatan mitigasi risiko yang mulai dibutuhkan oleh platform exchange.
Peluncuran fitur ini menunjukkan bahwa kompetisi exchange kripto kini tidak hanya berfokus pada likuiditas dan biaya transaksi, tetapi juga pada infrastruktur AI dan keamanan otomatisasi trading.
Langkah Bybit juga dapat menjadi sinyal bahwa penggunaan AI agent di pasar kripto semakin memasuki tahap adopsi yang lebih luas, terutama di kalangan trader profesional dan institusi.
Di sisi lain, hadirnya fitur kontrol risiko tambahan berpotensi meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap automated trading. Hal ini penting mengingat volume perdagangan berbasis bot dan API terus meningkat di berbagai platform kripto global.
Sebagai konteks, penggunaan AI dalam trading kripto diperkirakan akan terus berkembang seiring kemajuan large language model (LLM), machine learning, dan sistem autonomous finance dalam beberapa tahun mendatang.
Peluncuran AI Sub-Accounts oleh Bybit menjadi langkah baru dalam pengembangan infrastruktur trading berbasis AI di industri kripto. Dengan sistem akun terisolasi dan kontrol risiko yang lebih ketat, pengguna kini memiliki perlindungan tambahan saat menjalankan AI trading agent melalui API.
Fitur ini juga mencerminkan bagaimana exchange mulai beradaptasi terhadap meningkatnya penggunaan otomatisasi dan kecerdasan buatan dalam aktivitas perdagangan aset digital.