
Posted14/05/2026
Written ByYepi Muhamad
Seorang pengguna media sosial X mengklaim berhasil mendapatkan kembali akses ke dompet Bitcoin miliknya yang terkunci selama sekitar 11 tahun setelah menggunakan AI Claude untuk menganalisis data lama dari komputer pribadinya. Dompet tersebut dilaporkan berisi 5 BTC dengan nilai lebih dari US$398.000.
Kisah ini menjadi perhatian komunitas kripto karena menunjukkan bagaimana teknologi AI mulai dimanfaatkan untuk membantu pencarian data digital lama, termasuk pemulihan akses ke aset kripto yang sebelumnya dianggap hilang.
Pengguna X bernama cprkrn membagikan pengalamannya setelah tidak dapat mengakses dompet Bitcoin miliknya selama satu dekade.
Menurut pengakuannya, ia memasukkan berbagai data dari komputer lama, termasuk file arsip, dokumen, catatan, dan backup lama ke Claude untuk dianalisis. Dari proses tersebut, Claude berhasil membantu menemukan file wallet lama beserta petunjuk yang berkaitan dengan kata sandi dan mnemonic yang sempat terlupakan.
Setelah melalui beberapa proses pencocokan dan dekripsi, dompet tersebut akhirnya berhasil dibuka kembali untuk pertama kalinya sejak sekitar 11 tahun lalu.
Kasus ini memunculkan diskusi baru mengenai potensi penggunaan AI dalam pemulihan aset kripto.
Menurut sejumlah pengamat teknologi, model AI seperti Claude mampu membantu pengguna menelusuri data dalam jumlah besar secara lebih cepat dibanding pencarian manual. AI dapat mengenali pola file, metadata, hingga hubungan antar dokumen yang mungkin terlewat oleh pengguna.
Meski demikian, analis keamanan siber tetap mengingatkan bahwa data sensitif seperti private key, mnemonic, maupun file wallet sebaiknya tetap diproses secara hati-hati karena memiliki risiko keamanan tinggi apabila dibagikan ke layanan pihak ketiga.
Di sisi lain, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa masih banyak dompet Bitcoin lama yang kemungkinan dapat dipulihkan apabila pengguna masih memiliki cadangan data lama.
Berdasarkan berbagai estimasi industri, jutaan Bitcoin dilaporkan hilang akibat lupa password, kerusakan perangkat, atau kehilangan akses private key sejak era awal perkembangan Bitcoin.
Keberhasilan pemulihan dompet ini juga menarik perhatian karena nilai aset yang tersimpan meningkat drastis dibanding saat pertama kali disimpan.
Sebagai gambaran, harga Bitcoin sekitar 11 tahun lalu masih berada di kisaran ratusan hingga ribuan dolar AS. Sementara saat ini, harga Bitcoin telah menembus level lebih dari US$79.000 per BTC.
Dengan jumlah kepemilikan 5 BTC, total aset di dalam dompet tersebut kini diperkirakan bernilai lebih dari US$398.000.
Kenaikan nilai tersebut membuat banyak dompet lama yang sebelumnya dianggap tidak penting kini memiliki nilai ekonomi sangat besar.
Kisah pemulihan dompet Bitcoin menggunakan bantuan AI Claude menunjukkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan mulai memiliki peran dalam investigasi data digital dan pemulihan aset kripto.
Meski belum ada verifikasi independen terkait klaim tersebut, cerita ini menjadi pengingat penting bagi pengguna kripto untuk menyimpan backup wallet, mnemonic, dan private key secara aman agar tidak kehilangan akses terhadap aset digital mereka di masa depan.