
Posted13/05/2026
Written ByYepi Muhamad
Ethereum Foundation mengumumkan peluncuran standar terbuka baru bernama “Clear Signing” sebagai upaya meningkatkan keamanan proses penandatanganan transaksi di wallet kripto. Pengumuman ini disampaikan baru-baru ini melalui akun resmi Ethereum Foundation di platform X.
Standar tersebut dirancang untuk mengurangi risiko blind signing, yaitu kondisi ketika pengguna menandatangani transaksi tanpa memahami isi detail transaksi yang sebenarnya. Dengan sistem baru ini, informasi transaksi akan ditampilkan dalam bentuk teks yang lebih mudah dipahami manusia, bukan lagi data heksadesimal kompleks yang umum muncul di banyak wallet saat ini.
Inisiatif ini dinilai sebagai langkah penting untuk meningkatkan keamanan pengguna di ekosistem Ethereum, terutama di tengah meningkatnya kasus eksploitasi wallet akibat transaksi berbahaya yang tidak dipahami pengguna.
Blind signing selama ini menjadi salah satu risiko terbesar dalam penggunaan wallet kripto, khususnya saat berinteraksi dengan aplikasi decentralized finance (DeFi), NFT, maupun smart contract lainnya.
Dalam banyak kasus, pengguna hanya melihat rangkaian kode atau data teknis yang sulit dipahami sebelum menyetujui transaksi. Situasi ini sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menyisipkan izin transaksi berbahaya, termasuk akses penuh terhadap aset di wallet pengguna.
Melalui standar “Clear Signing”, detail penting seperti tujuan transaksi, aset yang dikirim, izin akses, hingga interaksi smart contract akan ditampilkan dalam format yang lebih jelas dan mudah dibaca.
Menurut Ethereum Foundation, pendekatan ini bertujuan membantu pengguna memahami risiko sebelum menandatangani transaksi, sekaligus mengurangi kemungkinan terjadinya phishing atau eksploitasi berbasis manipulasi transaksi.
Pengembangan standar ini melibatkan sejumlah perusahaan dan penyedia infrastruktur wallet terkemuka di industri kripto.
Beberapa kontributor utama yang terlibat antara lain Ledger, Trezor, MetaMask, WalletConnect, serta Fireblocks.
Ethereum Foundation bertindak sebagai koordinator resmi dalam pengembangan standar terbuka tersebut. Kolaborasi lintas perusahaan ini dinilai penting agar implementasi clear signing dapat digunakan secara luas di berbagai jenis wallet dan aplikasi Web3.
Berdasarkan pernyataan resmi Ethereum Foundation, standar ini juga dirancang agar kompatibel dengan ekosistem Ethereum yang terus berkembang, termasuk penggunaan smart contract yang semakin kompleks.
Peluncuran standar “Clear Signing” muncul di tengah meningkatnya perhatian industri terhadap keamanan pengguna retail di Web3. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai serangan phishing dan eksploitasi smart contract menyebabkan kerugian jutaan dolar AS di ekosistem kripto.
Banyak analis menilai sebagian besar insiden tersebut terjadi bukan karena kelemahan blockchain Ethereum, melainkan karena pengguna tidak memahami transaksi yang mereka setujui.
Dengan hadirnya tampilan transaksi yang lebih transparan, standar ini berpotensi meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap penggunaan wallet kripto secara massal.
Selain itu, implementasi clear signing juga dapat membantu mengurangi kesalahan pengguna (human error), yang hingga kini masih menjadi salah satu faktor utama kehilangan aset digital.
Peluncuran “Clear Signing” menunjukkan bahwa fokus industri kripto mulai bergeser, tidak hanya pada skalabilitas dan inovasi teknologi, tetapi juga pada perlindungan pengguna.
Kolaborasi antara Ethereum Foundation dan sejumlah penyedia wallet besar memperlihatkan adanya dorongan untuk menciptakan standar keamanan yang lebih seragam di ekosistem Web3.
Jika diadopsi secara luas, clear signing berpotensi menjadi standar baru dalam proses persetujuan transaksi kripto, sekaligus mengurangi risiko eksploitasi akibat blind signing yang selama ini menjadi perhatian utama komunitas blockchain.