
Posted13/04/2026
Written ByYepi Muhamad
Justin Sun dilaporkan menuduh proyek kripto terkait Trump, WLFI, menyisipkan backdoor dalam smart contract mereka yang berujung pada pembekuan dana miliknya sejak September 2025. Tuduhan ini memicu kekhawatiran baru terkait transparansi dan keamanan dalam proyek kripto berbasis tata kelola (governance), serta berdampak signifikan pada harga token WLFI yang anjlok tajam.
Sun, yang diketahui sebagai investor terbesar di proyek tersebut, mengungkapkan bahwa dana senilai $75 juta tidak dapat diakses tanpa adanya pemberitahuan atau penjelasan resmi dari tim pengembang.
Menurut pernyataan Sun, pembekuan dompet terjadi secara tiba-tiba pada September 2025. Ia mengklaim tidak menerima notifikasi sebelumnya, baik melalui kanal resmi maupun mekanisme tata kelola yang transparan.
Lebih lanjut, Sun menyebut adanya fungsi tersembunyi dalam smart contract WLFI, berupa mekanisme blacklist, yang memungkinkan tim proyek membatasi atau membekukan akses pengguna tertentu. Fungsi ini disebut tidak diungkapkan secara terbuka kepada investor.
Selain itu, ia juga menuduh bahwa tim WLFI beberapa hal yang merugikan seperti:
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak WLFI terkait tuduhan tersebut.
Jika tuduhan ini terbukti, kasus WLFI dapat menjadi contoh nyata risiko sentralisasi dalam proyek yang mengklaim berbasis decentralized finance (DeFi).
Dalam praktiknya, keberadaan fungsi blacklist atau kontrol administratif dalam smart contract bukan hal baru. Namun, transparansi menjadi faktor krusial. Tanpa pengungkapan yang jelas, fitur semacam ini berpotensi disalahgunakan.
Sejumlah analis menilai bahwa kasus ini menunjukkan pentingnya audit smart contract dan keterbukaan kode (open-source) dalam menjaga kepercayaan investor. Selain itu, mekanisme governance yang dapat dimanipulasi juga menjadi perhatian serius dalam ekosistem kripto.
Seiring munculnya tuduhan ini, harga token WLFI dilaporkan turun sekitar 83% dari harga tertinggi sepanjang masa (ATH) di level $0,46.
Penurunan ini mencerminkan hilangnya kepercayaan pasar terhadap proyek tersebut. Likuiditas token juga disebut menurun, yang memperparah tekanan jual.
Sementara itu, nilai dana milik Sun yang sempat mencapai sekitar $700 juta kini hanya tersisa sekitar $45 juta. Dana tersebut dilaporkan masih dalam kondisi terkunci dan tidak dapat dijual.
Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi di industri kripto terkait transparansi dan keamanan smart contract. Tuduhan terhadap WLFI, jika terbukti, berpotensi menjadi salah satu skandal terbesar di sektor ini dalam beberapa tahun terakhir.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi investor untuk lebih memperhatikan aspek teknis proyek, termasuk audit kontrak pintar dan struktur tata kelola, sebelum menanamkan modal dalam jumlah besar.