
Posted22/05/2026
Written ByYepi Muhamad
Platform prediksi berbasis blockchain, Polymarket, dilaporkan tidak lagi dapat diakses dari Indonesia setelah ramai diperbincangkan terkait pasar taruhan politik mengenai kemungkinan lengsernya Presiden Prabowo Subianto. Pemblokiran ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap aktivitas taruhan politik di platform tersebut, sekaligus munculnya insiden eksploitasi pada kontrak UMA CTF Adapter di jaringan Polygon pada hari yang sama.
Perbincangan mengenai Polymarket ramai di media sosial Indonesia dalam beberapa hari terakhir setelah muncul market prediksi terkait stabilitas pemerintahan dan kabinet Indonesia. Banyak pengguna internet menyoroti keberadaan taruhan tersebut karena dianggap sensitif dan tidak sejalan dengan kondisi politik domestik yang relatif stabil tanpa adanya laporan resmi mengenai keretakan kabinet maupun ancaman terhadap pemerintahan.
Polymarket merupakan platform prediction market berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna bertaruh pada hasil suatu peristiwa menggunakan aset kripto, terutama stablecoin USDC. Platform ini berjalan di jaringan Polygon dan menggunakan mekanisme pasar untuk menentukan probabilitas suatu kejadian.
Topik yang tersedia sangat beragam, mulai dari politik, ekonomi, olahraga, hingga peristiwa global. Dalam sistem Polymarket, harga suatu “yes” atau “no” merepresentasikan probabilitas pasar terhadap kemungkinan suatu peristiwa terjadi.
Sebagai contoh, jika market menunjukkan peluang 70%, maka pasar menilai kemungkinan kejadian tersebut cukup tinggi. Model ini membuat Polymarket sering digunakan sebagai indikator sentimen publik secara real-time.
Popularitas Polymarket meningkat tajam selama pemilu Amerika Serikat dan berbagai peristiwa geopolitik global. Bahkan, sejumlah analis menilai prediction market kerap lebih cepat menangkap sentimen dibanding survei tradisional.
Menurut sejumlah analis dan pengamat industri, prediction market seperti Polymarket memiliki tingkat akurasi yang relatif tinggi dalam membaca probabilitas suatu kejadian karena melibatkan insentif finansial langsung dari para pengguna.
Beberapa studi akademik sebelumnya menunjukkan bahwa prediction market sering kali lebih akurat dibanding polling konvensional dalam memprediksi hasil pemilu atau peristiwa ekonomi tertentu. Namun, akurasi tersebut tetap bergantung pada likuiditas pasar, kualitas informasi, serta potensi manipulasi sentimen.
Meski demikian, market di Polymarket bukanlah sumber informasi resmi. Harga dan probabilitas di platform tersebut hanya mencerminkan opini kolektif pengguna yang melakukan spekulasi menggunakan dana riil.
Kemunculan market terkait Presiden Prabowo sendiri memicu kontroversi di Indonesia karena dianggap dapat memancing disinformasi dan spekulasi politik di ruang publik.
Setelah viralnya market politik terkait Presiden Prabowo, sejumlah pengguna Indonesia melaporkan bahwa situs Polymarket tidak lagi dapat diakses melalui jaringan internet lokal. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia maupun pihak platform terkait penyebab pasti pemblokiran tersebut.
Namun, banyak pengguna menduga langkah tersebut berkaitan dengan kebijakan pembatasan terhadap platform perjudian online dan aktivitas spekulatif yang menyangkut isu politik nasional.
Indonesia sendiri memiliki regulasi ketat terhadap aktivitas perjudian digital, termasuk layanan berbasis kripto yang dianggap mengandung unsur taruhan.
Di media sosial, pemblokiran ini justru semakin meningkatkan perhatian publik terhadap keberadaan prediction market berbasis blockchain dan bagaimana teknologi tersebut mulai bersinggungan dengan isu politik domestik.
Di tengah polemik tersebut, ekosistem Polymarket juga menghadapi insiden keamanan. Pada siang hari, kontrak UMA CTF Adapter di jaringan Polygon dilaporkan mengalami eksploitasi.
UMA sendiri merupakan protokol oracle yang digunakan dalam sistem penyelesaian market Polymarket. Sementara CTF Adapter berfungsi sebagai komponen yang menghubungkan mekanisme conditional token framework dengan proses resolusi market.
Hingga artikel ini ditulis, detail resmi mengenai jumlah kerugian maupun metode eksploitasi masih belum diumumkan secara lengkap. Tim terkait disebut sedang melakukan investigasi untuk mengetahui akar permasalahan dan memastikan dampak terhadap pengguna.
Insiden ini kembali menyoroti risiko keamanan dalam protokol decentralized finance (DeFi) dan prediction market berbasis smart contract, terutama pada sistem yang memiliki kompleksitas tinggi di jaringan blockchain.
Kasus Polymarket di Indonesia menunjukkan bagaimana platform prediction market kini mulai memasuki area sensitif yang bersinggungan dengan politik nasional dan regulasi lokal.
Di satu sisi, teknologi prediction market dianggap mampu menjadi alat pengukur sentimen publik secara transparan. Namun di sisi lain, keberadaan market bertema politik berpotensi memicu kontroversi, terutama di negara dengan regulasi ketat terhadap perjudian dan spekulasi digital.
Selain itu, insiden eksploitasi kontrak di jaringan Polygon juga dapat memengaruhi kepercayaan pengguna terhadap keamanan platform prediction market berbasis blockchain.
Ke depan, pengawasan terhadap platform seperti Polymarket diperkirakan akan semakin meningkat, terutama ketika topik yang diperdagangkan menyangkut isu politik, pemerintahan, dan stabilitas suatu negara.