
Posted24/05/2026
Written ByYepi Muhamad
Prancis dilaporkan menjadi pusat utama meningkatnya kasus “serangan wrench” terkait kripto secara global pada 2026. Menurut analis kripto Joe Nakamoto, sekitar 70% kasus pemerasan fisik terhadap pemegang aset digital terjadi di negara tersebut, dengan total 41 kasus penculikan yang tercatat sepanjang tahun ini.
Fenomena ini menyoroti meningkatnya ancaman keamanan di industri kripto, khususnya terhadap investor dan pelaku industri yang menyimpan aset dalam jumlah besar. Dalam banyak kasus, pelaku menggunakan kekerasan fisik, penculikan, hingga intimidasi untuk memaksa korban menyerahkan akses dompet kripto mereka.
Berdasarkan data yang dibagikan Joe Nakamoto, Prancis rata-rata mengalami satu kasus penculikan terkait kripto setiap 2,5 hari sepanjang 2026. Angka tersebut menjadikan negara itu sebagai wilayah dengan tingkat “wrench attack” tertinggi di dunia.
Istilah “wrench attack” sendiri merujuk pada metode pencurian aset digital melalui ancaman atau kekerasan fisik, bukan lewat peretasan teknis. Dalam praktiknya, korban dipaksa memberikan seed phrase, private key, atau akses ke akun exchange mereka.
Nakamoto menilai meningkatnya kasus ini berkaitan erat dengan risiko kebocoran data Know Your Customer (KYC) yang tersentralisasi. Menurutnya, data pribadi pengguna yang bocor dapat dimanfaatkan kelompok kriminal untuk mengidentifikasi pemegang aset kripto bernilai tinggi.
“Ketika data identitas dan alamat investor terekspos, risiko serangan fisik meningkat drastis,” ujar Nakamoto dalam analisanya.
Selain investor individu, sejumlah pendiri startup kripto dan trader besar disebut menjadi target utama karena dianggap memiliki akses langsung ke aset digital bernilai tinggi.
Jaksa penuntut umum Prancis untuk kejahatan terorganisir, Vanessa Perrée, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini terdapat 88 orang yang telah didakwa terkait rangkaian kasus tersebut.
Menurut Perrée, pola kejahatan yang muncul menunjukkan keterlibatan jaringan kriminal terorganisir dengan metode operasi yang semakin agresif. Beberapa kasus bahkan dilaporkan melibatkan penyiksaan dan ancaman terhadap anggota keluarga korban.
Otoritas keamanan Prancis kini meningkatkan koordinasi dengan unit kejahatan siber dan lembaga intelijen finansial untuk melacak aliran dana hasil pemerasan tersebut. Investigasi juga difokuskan pada kemungkinan keterlibatan kebocoran data dari platform terpusat yang menyimpan informasi KYC pengguna.
Kasus ini kembali memunculkan perdebatan mengenai keamanan data pengguna di industri kripto, terutama di platform exchange yang diwajibkan mengumpulkan dokumen identitas pelanggan.
Meningkatnya serangan fisik terhadap pemegang aset digital dapat memengaruhi persepsi keamanan industri kripto secara global. Sejumlah analis menilai kasus di Prancis menjadi pengingat bahwa risiko di sektor kripto tidak hanya berasal dari serangan siber, tetapi juga ancaman dunia nyata.
Di sisi lain, meningkatnya kasus penculikan dapat mendorong adopsi solusi privasi dan self-custody yang lebih aman, termasuk penggunaan multisignature wallet, hardware wallet, serta penyimpanan identitas yang lebih terdesentralisasi.
Beberapa pelaku industri juga mulai menyerukan pembatasan penyimpanan data KYC secara terpusat guna mengurangi risiko kebocoran informasi sensitif pengguna.
Meski belum berdampak langsung terhadap harga pasar kripto secara keseluruhan, tren ini meningkatkan kekhawatiran investor institusional terkait keamanan operasional dan perlindungan identitas pengguna.
Lonjakan “serangan wrench” di Prancis menunjukkan bahwa pertumbuhan industri kripto turut membawa tantangan keamanan baru yang semakin kompleks. Dengan 41 kasus penculikan dan 88 tersangka yang telah didakwa sepanjang 2026, otoritas setempat kini menghadapi tekanan besar untuk membendung eskalasi kejahatan terorganisir yang menargetkan pemegang aset digital.
Kasus ini juga mempertegas pentingnya perlindungan data pribadi dan strategi keamanan berlapis di ekosistem kripto, terutama di tengah meningkatnya nilai aset digital dan eksposur identitas pengguna melalui sistem KYC terpusat.