
Posted12/05/2026
Written ByYepi Muhamad
Jaringan blockchain gaming Ronin resmi beralih dari sidechain independen menjadi jaringan Ethereum Layer 2 berbasis OP Stack pada hari ini, 12 Mei 2026. Transisi tersebut menandai berakhirnya operasional Ronin sebagai sidechain gaming mandiri yang telah berjalan sejak 2021.
Migrasi ini diperkirakan menyebabkan downtime jaringan selama sekitar 10 jam. Selain itu, pembaruan tersebut juga membawa perubahan besar pada tokenomik Ronin, termasuk penurunan tingkat inflasi tahunan token RON dari sebelumnya di atas 20% menjadi kurang dari 1%.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya Ronin untuk memperkuat keberlanjutan ekosistemnya di tengah melemahnya tren sektor GameFi dalam beberapa tahun terakhir.
Ronin pertama kali dikembangkan oleh Sky Mavis sebagai blockchain khusus gaming untuk mendukung ekosistem Axie Infinity. Sejak diluncurkan pada 2021, jaringan ini dikenal karena biaya transaksi rendah dan pengalaman bermain game berbasis blockchain yang lebih cepat dibanding Ethereum mainnet.
Namun mulai hari ini, Ronin resmi bermigrasi menjadi jaringan Ethereum Layer 2 menggunakan OP Stack, framework modular yang juga digunakan sejumlah jaringan Layer 2 besar di ekosistem Ethereum.
Berdasarkan pengumuman tim Ronin, proses migrasi dilakukan untuk meningkatkan skalabilitas, interoperabilitas, dan kompatibilitas dengan ekosistem Ethereum yang lebih luas. Selama proses perpindahan berlangsung, jaringan diperkirakan mengalami downtime sekitar 10 jam untuk memastikan sinkronisasi berjalan aman.
Selain perubahan infrastruktur, pembaruan ini turut mengubah mekanisme ekonomi jaringan. Inflasi tahunan token RON yang sebelumnya berada di atas 20% kini dipangkas menjadi di bawah 1%.
Menurut analis industri, penurunan inflasi tersebut dapat membantu mengurangi tekanan suplai token di pasar sekaligus meningkatkan efisiensi ekonomi jaringan dalam jangka panjang.
Transformasi Ronin menjadi Ethereum Layer 2 juga kembali mengingatkan pasar pada salah satu insiden terbesar dalam sejarah DeFi.
Pada 2022, bridge Ronin mengalami eksploitasi besar yang menyebabkan kehilangan aset sekitar US$625 juta. Insiden tersebut menjadi salah satu peretasan bridge lintas rantai terbesar dalam sejarah industri kripto.
Eksploitasi terjadi setelah validator jaringan berhasil dikompromikan, memungkinkan pelaku mengambil alih proses validasi transaksi dan menarik dana dalam jumlah besar dari bridge Ronin.
Serangan itu sempat mengguncang kepercayaan terhadap sektor GameFi dan keamanan infrastruktur blockchain gaming secara umum. Sejak saat itu, Ronin secara bertahap melakukan peningkatan keamanan, termasuk memperluas jumlah validator dan memperkuat sistem desentralisasi jaringan.
Sejumlah pengamat menilai penggunaan OP Stack juga dapat menjadi langkah strategis untuk memanfaatkan ekosistem keamanan Ethereum yang lebih matang dibanding model sidechain tertutup.
Perubahan arah Ronin terjadi di tengah kondisi sektor GameFi yang dinilai semakin kehilangan momentum dibanding masa bull market 2021–2022.
Berdasarkan berbagai laporan industri, aktivitas pengguna dan volume transaksi di sektor blockchain gaming mengalami penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir. Banyak proyek play-to-earn kesulitan mempertahankan jumlah pemain aktif setelah insentif token melemah dan kondisi pasar berubah.
Ronin sendiri sebelumnya menjadi salah satu simbol pertumbuhan GameFi lewat popularitas Axie Infinity yang sempat mencatat jutaan pengguna aktif harian. Namun setelah tren play-to-earn meredup, banyak proyek gaming blockchain mulai beralih fokus pada model yang lebih berkelanjutan.
Migrasi ke Layer 2 dinilai dapat membuka peluang baru bagi Ronin untuk menarik pengembang game dan aplikasi baru melalui biaya transaksi lebih rendah serta interoperabilitas yang lebih baik dengan Ethereum.
Meski demikian, sebagian analis menilai langkah ini juga menjadi sinyal bahwa model blockchain gaming eksklusif kini semakin sulit bersaing di tengah berkembangnya ekosistem Layer 2 dan blockchain modular.
Peralihan Ronin menjadi jaringan Ethereum Layer 2 berbasis OP Stack menandai fase baru bagi salah satu blockchain gaming terbesar di industri kripto.
Selain membawa perubahan teknis dan tokenomik, migrasi ini juga mencerminkan perubahan arah sektor GameFi yang kini lebih fokus pada efisiensi, interoperabilitas, dan keberlanjutan jangka panjang dibanding sekadar hype play-to-earn.
Keberhasilan migrasi Ronin dalam beberapa bulan ke depan kemungkinan akan menjadi salah satu indikator penting apakah sektor GameFi masih mampu kembali menarik minat pengguna dan pengembang pada siklus pasar berikutnya.