
Posted28/04/2026
Written ByYepi Muhamad
CEO Mike Novogratz menyatakan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) CLARITY di Amerika Serikat berpotensi disahkan pada Mei 2026 dan dapat ditandatangani menjadi undang-undang pada Juni. Jika terealisasi, regulasi ini dinilai akan memberikan kerangka hukum yang lebih jelas bagi industri kripto serta memperluas akses bagi pengguna global.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap kepastian regulasi aset digital di AS. Pelaku industri menilai kejelasan aturan dapat mendorong adopsi institusional sekaligus mengurangi ketidakpastian hukum yang selama ini menjadi hambatan utama.
Menurut Novogratz, proses legislasi RUU CLARITY saat ini berada dalam tahap krusial di Kongres AS. Ia menilai momentum politik yang ada membuka peluang bagi percepatan pembahasan hingga pengesahan dalam waktu dekat.
Sementara itu, Kepala Riset di Galaxy Digital, Alex Thorn, memperkirakan peluang pengesahan RUU tersebut mencapai sekitar 50% pada tahun 2026. Namun, ia menegaskan bahwa peluang tersebut dapat menurun signifikan apabila RUU gagal melewati tahapan penting sebelum pertengahan Mei.
“Jika tidak ada kemajuan hingga pertengahan Mei, probabilitasnya akan turun,” ungkap Thorn, mengacu pada dinamika politik dan jadwal legislasi di AS.
RUU CLARITY dirancang untuk memberikan definisi yang lebih tegas terkait klasifikasi aset kripto, termasuk pemisahan antara sekuritas dan komoditas digital. Selama ini, perbedaan interpretasi antara regulator seperti SEC dan CFTC kerap memicu ketidakpastian di pasar.
Berdasarkan pandangan analis, kejelasan regulasi akan mengurangi risiko hukum bagi perusahaan kripto dan mempercepat inovasi dalam ekosistem blockchain.
Namun demikian, proses legislasi di AS dikenal kompleks dan sangat dipengaruhi dinamika politik, sehingga hasil akhirnya masih belum dapat dipastikan.
Jika RUU CLARITY disahkan, dampaknya diperkirakan akan signifikan terhadap pasar global. Regulasi yang jelas dari AS sebagai salah satu pusat keuangan dunia dapat menjadi acuan bagi negara lain dalam merumuskan kebijakan serupa.
Selain itu, kepastian hukum juga berpotensi meningkatkan kepercayaan investor, yang pada akhirnya dapat berdampak positif terhadap kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan.
Beberapa analis juga menilai bahwa regulasi yang lebih ramah dapat membuka akses lebih luas bagi pengguna internasional untuk berpartisipasi dalam ekosistem kripto berbasis AS.
Pernyataan Mike Novogratz menyoroti optimisme pelaku industri terhadap peluang disahkannya RUU CLARITY dalam waktu dekat. Meski peluangnya masih berada di kisaran 50% menurut Galaxy Digital, perkembangan hingga pertengahan Mei akan menjadi faktor penentu.
Jika berhasil disahkan, regulasi ini berpotensi menjadi tonggak penting dalam membentuk masa depan industri kripto global dengan menghadirkan kepastian hukum yang selama ini dinantikan.