
Posted12/03/2026
Written ByYepi Muhamad
Jaringan Bitcoin kembali mencatat tonggak penting dalam sejarahnya. Hingga blok ke-940.000, total 20 juta BTC telah berhasil ditambang oleh para miner di seluruh dunia. Angka tersebut mewakili sekitar 95,2% dari total pasokan maksimum Bitcoin yang dibatasi sebesar 21 juta BTC.
Dengan kata lain, hanya sekitar 1 juta BTC yang masih tersisa untuk ditambang di masa depan.
Perkembangan ini menunjukkan semakin dekatnya Bitcoin dengan batas pasokan maksimal yang telah ditetapkan sejak awal oleh penciptanya, Satoshi Nakamoto. Berbeda dengan mata uang fiat yang dapat dicetak tanpa batas oleh bank sentral, Bitcoin dirancang dengan mekanisme suplai terbatas yang menjadi salah satu alasan utama aset ini sering disebut sebagai “digital gold.”
Meskipun hanya tersisa sekitar 1 juta BTC, proses penambangan koin yang tersisa ini tidak akan selesai dalam waktu dekat. Berdasarkan desain protokol Bitcoin, distribusi koin baru terus melambat melalui mekanisme halving yang terjadi setiap 210.000 blok.
Dalam setiap peristiwa halving, hadiah blok (block reward) yang diterima miner akan dipotong setengah. Saat ini, setelah halving terbaru pada 2024, reward penambangan berada di level 3,125 BTC per blok.
Akibat mekanisme ini, diperkirakan 1 juta BTC terakhir akan ditambang secara bertahap dalam sekitar 114 tahun ke depan, dengan koin terakhir diperkirakan baru akan muncul sekitar tahun 2140.
Bagi komunitas kripto, milestone 20 juta BTC ini menjadi pengingat penting mengenai kelangkaan Bitcoin. Semakin sedikit koin yang tersisa untuk ditambang, semakin ketat pula suplai yang tersedia di pasar.
Banyak analis melihat faktor kelangkaan ini sebagai salah satu pendorong utama nilai jangka panjang Bitcoin, terutama ketika permintaan institusional dan adopsi global terus meningkat.
Di sisi lain, bagi para pelaku industri kripto termasuk trader, investor, hingga pemburu airdrop perkembangan ini memperkuat narasi bahwa Bitcoin tetap menjadi aset utama yang menjadi fondasi ekosistem kripto secara keseluruhan.
Dengan lebih dari 95% pasokan telah beredar, perjalanan Bitcoin kini memasuki fase baru di mana kelangkaan semakin nyata, sementara adopsi dan inovasi di ekosistem kripto terus berkembang.