
Posted26/02/2026
Written ByYepi Muhamad
Dunia cryptocurrency kembali diguncang oleh tuduhan serius terkait penyalahgunaan data internal. Kali ini, sorotan tertuju pada Axiom Exchange, salah satu platform trading crypto yang sedang naik daun setelah lulus program Y-Combinator pada musim dingin 2025. Investigator on-chain terkenal, ZachXBT, merilis thread panjang di X (Twitter) yang mengungkap dugaan insider trading oleh karyawan senior Axiom, termasuk Broox Bauer (@WheresBroox ).
Menurut investigasi ZachXBT, beberapa karyawan Axiom termasuk Broox yang menjabat di bidang Business Development diduga menyalahgunakan tool internal tanpa pengawasan ketat untuk mengakses informasi sensitif pengguna. Data seperti alamat wallet pribadi, histori transaksi, dan bahkan nickname wallet digunakan untuk memantau aktivitas trader terkenal (KOL seperti Marcell, Jerry, Monix) dan melakukan front-running atau insider trading.
Latar Belakang Axiom Exchange
Axiom Exchange didirikan pada 2024 oleh Mist dan Cal. Platform ini fokus pada trading terminal yang canggih dan berhasil mencatat pendapatan fantastis lebih dari $390 juta hingga saat ini, menjadikannya salah satu perusahaan crypto paling menguntungkan pasca-Y Combinator. Namun, kesuksesan ini ternyata diwarnai dugaan pelanggaran privasi dan etika.
ZachXBT mengaku menerima laporan whistleblower dan melakukan investigasi independen. Ia menghubungi tim Axiom sebelum merilis temuan, dan platform memberikan pernyataan resmi yang menyatakan "terkejut dan kecewa" atas tuduhan tersebut.
Bukti yang Diungkap ZachXBT
Thread ZachXBT (dimulai dari post ID 2027016064534757659) menyertakan bukti konkret, termasuk:
Salah satu klaim mencengangkan: Broox berencana membantu temannya meraup untung hingga $200.000 dengan memanfaatkan akses ini. Ini bukan sekadar "akses biasa" data pengguna terpapar di dashboard terbuka tanpa kontrol akses yang memadai, meskipun perusahaan sudah menghasilkan ratusan juta dolar.
Dampak dan Implikasi Hukum
Insiden ini melanggar prinsip dasar privasi di industri crypto. Insider trading seperti ini bisa dianggap ilegal, terutama karena Broox berbasis di New York City (AS). ZachXBT menyarankan kemungkinan investigasi oleh otoritas seperti Southern District of New York (SDNY).
Banyak pengguna dan komunitas crypto bereaksi keras. Beberapa trader menyatakan akan beralih platform, sementara yang lain mempertanyakan keamanan data di exchange besar sekalipun. Thread ini langsung viral, dengan ribuan like, retweet, dan quote menunjukkan betapa sensitifnya isu ini di komunitas.
Respons dari Axiom dan Komunitas
Axiom menyatakan mereka "terkejut dan kecewa" atas tuduhan tersebut, tapi ZachXBT menekankan kurangnya monitoring akses internal sebagai akar masalah. Beberapa karyawan atau pihak terkait disebut-sebut, dan ada spekulasi bahwa ini bisa berdampak pada reputasi Axiom jangka panjang.
Di sisi lain, komunitas seperti di Indonesia (termasuk grup airdrop dan trader lokal) mulai membahas ulang keamanan platform trading. Banyak yang mengingatkan: "Jangan pernah hubungkan wallet pribadi ke platform tanpa riset mendalam."
Kesimpulan: Pelajaran untuk Pengguna Crypto
Kasus ini mengingatkan kita bahwa bahkan exchange sukses pun bisa punya celah keamanan internal. Insider trading bukan hanya masalah "hack eksternal", tapi juga "inside job" dari orang dalam.
Apakah ini akhir dari Axiom? Belum tentu tapi ini jadi pengingat keras bahwa transparansi dan governance internal sangat krusial di crypto.
Sumber utama: Thread ZachXBT di X . Semua informasi berdasarkan tuduhan publik dan bukti yang dibagikan masih menunggu konfirmasi resmi atau bantahan dari pihak terkait.