
Posted10/03/2026
Written ByYepi Muhamad
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa keputusan mengenai kapan perang melawan Iran akan berakhir akan diambil bersama Israel, namun Amerika Serikat tetap memiliki kata akhir dalam keputusan tersebut. Pernyataan ini menegaskan koordinasi erat antara Washington dan Tel Aviv dalam konflik yang saat ini mengguncang kawasan Timur Tengah.
Trump menjelaskan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, tetapi waktu penghentian operasi militer akan ditentukan setelah semua faktor strategis dipertimbangkan. Beliau juga menegaskan bahwa keputusan tersebut akan diambil pada “waktu yang tepat”.
Dalam wawancara terbaru, Trump mengatakan bahwa akhir konflik tidak akan diputuskan secara sepihak. Ia menilai Israel memiliki peran penting dalam diskusi strategis terkait kapan operasi militer terhadap Iran harus dihentikan.
Meski begitu, Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap memegang kendali utama dalam keputusan akhir. Ia menyatakan bahwa jika AS memutuskan untuk menghentikan serangan, maka Israel kemungkinan besar juga tidak perlu melanjutkan operasi militer ke Iran.
Konflik yang dimulai dengan serangkaian serangan terhadap target di Iran tersebut telah meningkatkan ketegangan geopolitik global dan memicu kekhawatiran akan eskalasi perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah juga berdampak langsung pada pasar global. Menurut analisis dari QCP, eskalasi konflik Iran mendorong harga minyak melonjak hingga menembus $115 per barel, memicu sentimen risk-off di berbagai kelas aset.
Dalam kondisi risk-off, investor biasanya mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan beralih ke aset yang dianggap lebih aman. Namun menariknya, dinamika pasar saat ini menunjukkan pola yang tidak sepenuhnya biasa.
Data dari pasar derivatif menunjukkan bahwa aliran opsi Bitcoin lebih banyak mengarah pada strategi hedging volatilitas, bukan aksi jual besar-besaran. Hal ini menandakan pelaku pasar kripto masih mengantisipasi volatilitas, tetapi belum melihat alasan untuk keluar secara agresif dari pasar.
Bagi komunitas kripto, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bahwa Bitcoin mulai memperlihatkan karakter yang lebih matang dalam menghadapi shock makro global.
Alih-alih mengalami crash seperti siklus sebelumnya ketika terjadi gejolak geopolitik besar, pasar saat ini justru melihat BTC relatif stabil dengan aktivitas lindung nilai meningkat.
Bagi para trader dan farmer airdrop, kondisi seperti ini biasanya menandakan dua hal:
Untuk saat ini, komunitas kripto global masih memantau perkembangan konflik secara ketat. Jika ketegangan mereda, sentimen risk-on bisa kembali dengan cepat. Namun jika eskalasi berlanjut, pasar kemungkinan akan menghadapi periode volatilitas yang lebih tinggi.
Satu hal yang diharapkan banyak pihak baik di pasar tradisional maupun kripto adalah konflik ini dapat segera mereda sehingga ketidakpastian global tidak semakin dalam.