
Posted03/04/2026
Written ByYepi Muhamad
Platform media sosial X dilaporkan mulai menerapkan langkah keamanan baru untuk menekan maraknya penipuan kripto dan aktivitas phishing. Kebijakan ini diumumkan oleh Nikita Bier, yang menyatakan bahwa akun yang pertama kali memposting konten terkait kripto akan dikunci sementara dan diwajibkan menjalani verifikasi identitas.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kasus scam kripto di media sosial, yang kerap memanfaatkan akun hasil peretasan atau akun anonim untuk menyebarkan tautan berbahaya. Menurut Bier, kebijakan ini ditargetkan mampu mengurangi insentif peretasan hingga 99%.
Berdasarkan pernyataan resmi, sistem baru ini akan secara otomatis mendeteksi aktivitas pertama akun yang membahas topik kripto, termasuk promosi token, airdrop, maupun tautan terkait investasi digital.
Jika terdeteksi, akun tersebut akan mengalami beberapa hal:
Langkah ini difokuskan pada akun yang belum memiliki rekam jejak aktivitas kripto sebelumnya, yang selama ini menjadi celah utama bagi pelaku phishing.
Lonjakan penipuan kripto di platform media sosial sebagian besar berasal dari dua sumber utama yaitu:
Menurut analis keamanan siber, model verifikasi berbasis perilaku seperti ini dapat secara signifikan mengurangi efektivitas serangan, terutama pada tahap distribusi konten scam.
Dengan memaksa verifikasi identitas di titik awal aktivitas kripto, pelaku akan menghadapi hambatan tambahan, baik dari sisi biaya maupun risiko pelacakan. Hal ini dinilai dapat menurunkan perencanaan dari aktivitas peretasan.
Kebijakan ini berpotensi membawa dua dampak utama yang menarik:
1. Peningkatan Keamanan Pengguna
Pengguna ritel yang selama ini menjadi target utama phishing diperkirakan akan lebih terlindungi, terutama dari tautan palsu dan kampanye scam yang viral.
2. Friksi bagi Kreator dan Proyek Baru
Di sisi lain, akun baru atau proyek kripto yang sah kemungkinan akan menghadapi proses onboarding yang lebih ketat. Hal ini bisa memperlambat distribusi informasi, terutama untuk kampanye marketing seperti airdrop atau peluncuran token.
Namun demikian, langkah ini dinilai sebagai trade-off yang wajar untuk meningkatkan keamanan secara keseluruhan.
Langkah yang diambil oleh X mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap platform media sosial untuk mengatasi penipuan kripto yang semakin kompleks. Dengan pendekatan verifikasi berbasis aktivitas, platform berupaya menutup celah utama yang selama ini dimanfaatkan pelaku.
Jika implementasinya berjalan efektif, kebijakan ini berpotensi menjadi standar baru dalam mitigasi risiko di industri, terutama di tengah meningkatnya adopsi aset digital secara global.