
Posted28/05/2026
Written ByYepi Muhamad
Otoritas Korea Selatan dilaporkan melakukan penangkapan dan penuntutan pertama di negara tersebut terkait kasus rug pull decentralized exchange (DEX). Menurut laporan Digital Asset, jaksa mendakwa sebuah kelompok kriminal yang dituduh memanipulasi harga koin meme berbasis Solana, CATFI, dan memperoleh keuntungan ilegal sekitar 400 juta won Korea atau sekitar US$260.000.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan kerugian investor yang mencapai 900 juta won Korea dan menandai langkah tegas regulator Korea Selatan terhadap praktik manipulasi pasar aset kripto di sektor decentralized finance.
Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka utama yang diidentifikasi dengan nama belakang Park diduga menyamar sebagai influencer kripto di media sosial dengan nama “Eth Father”. Melalui akun tersebut, ia disebut mempromosikan token CATFI seolah-olah merupakan proyek independen yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.
Penyidik menyebut promosi tersebut dilakukan untuk menarik minat investor ritel sebelum kelompok tersebut melakukan rug pull. Dalam skema ini, pengembang atau pihak yang mengendalikan token menjual kepemilikan mereka secara besar-besaran setelah harga naik, menyebabkan harga token anjlok drastis dan investor mengalami kerugian.
Menurut laporan, sebanyak 256 investor terdampak akibat manipulasi tersebut. Total kerugian yang dialami investor diperkirakan mencapai 900 juta won Korea atau sekitar US$585.000.
Token CATFI sendiri diketahui berjalan di jaringan Solana, blockchain yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi pusat pertumbuhan token meme dan aktivitas perdagangan DEX karena biaya transaksi yang rendah serta kecepatan jaringan yang tinggi.
Pihak berwenang Korea Selatan menilai kasus ini bukan sekadar kegagalan proyek kripto biasa, melainkan tindakan manipulasi pasar yang dirancang secara sistematis. Penyidik menemukan indikasi bahwa tersangka sengaja menciptakan citra positif palsu untuk mendorong kenaikan harga token sebelum melepas aset mereka.
Menurut analis industri, penggunaan identitas influencer anonim menjadi salah satu modus yang sering digunakan dalam skema rug pull di sektor kripto. Pelaku biasanya membangun komunitas dan menciptakan hype melalui media sosial agar investor percaya terhadap legitimasi proyek.
Langkah hukum ini juga menunjukkan bahwa regulator Korea Selatan mulai memperluas pengawasan terhadap aktivitas perdagangan aset digital di DEX, yang sebelumnya relatif lebih sulit diawasi dibanding platform centralized exchange (CEX).
Sejak runtuhnya ekosistem Terra-LUNA pada 2022, pemerintah Korea Selatan diketahui memperketat pendekatan regulasi terhadap industri aset digital, termasuk pengawasan terhadap manipulasi pasar dan perlindungan investor ritel.
Kasus CATFI diperkirakan dapat meningkatkan tekanan regulasi terhadap proyek meme coin dan aktivitas promosi kripto di media sosial. Dalam beberapa bulan terakhir, otoritas di berbagai negara mulai menyoroti praktik promosi token yang tidak transparan, terutama yang melibatkan influencer anonim.
Di sisi lain, kasus ini juga menjadi peringatan bagi investor terkait tingginya risiko proyek token baru di DEX yang belum memiliki transparansi tim maupun audit keamanan yang memadai.
Menurut sejumlah analis, meningkatnya penegakan hukum terhadap kasus rug pull dapat membantu memperbaiki kepercayaan pasar dalam jangka panjang. Namun, hal tersebut juga berpotensi memicu pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas DeFi secara keseluruhan.
Ekosistem Solana sendiri masih menjadi salah satu pusat aktivitas meme coin terbesar di pasar kripto. Tingginya volume perdagangan dan kemudahan pembuatan token baru membuat jaringan ini terus menarik minat trader, tetapi juga membuka peluang munculnya proyek spekulatif dan penipuan.
Penangkapan dan penuntutan pertama terkait rug pull DEX di Korea Selatan menandai babak baru dalam penegakan hukum aset digital di negara tersebut. Kasus CATFI menunjukkan bahwa otoritas mulai memandang manipulasi token meme dan promosi palsu sebagai tindak kriminal serius yang dapat merugikan investor ritel.
Di tengah pesatnya pertumbuhan sektor DeFi dan meme coin, kasus ini menjadi pengingat bahwa transparansi proyek, identitas tim, dan manajemen risiko tetap menjadi faktor penting sebelum berinvestasi di aset kripto berisiko tinggi.